CAKNIA
READING

Puncak B29 – Keindahan Negeri di Atas Awan

Puncak B29 – Keindahan Negeri di Atas Awan

Pemandangan dari Puncak B29

Setelah beberapa waktu yang lalu saya menikmati sejuknya pegunungan di sekitar Banyuwangi serta indahnya pemandangan eropa di Madura, kali ini saya berlibur ke daerah Lumajang mengunjungi sebuah bukit pada desa yang dijuluki dengan negeri diatas awan. Bukit yang berada di desa Argosari kecamatan Senduro ini menghadirkan nuansa baru bagi para wisatawan. Konon pada waktu tertentu, berada di puncak bukit yang berada pada ketinggian 2900 mdpl ini, kamu dapat merasakan seolah olah sedang berdiri di atas awan.

Berangkat dari kota Surabaya sekitar pukul 11.00 siang mengendarai motor serta membawa peralatan camping, saya bersama dua orang teman membutuhkan waktu delapan jam perjalanan hingga sampai ke desa Argosari. Kami mengambil jalur melewati kota Lumajang untuk menjemput seorang teman di terminal bus Lumajang.

Istirahat Sejenak di sekitar Terminal Lumajang

Istirahat Sejenak di sekitar Terminal Lumajang

Kami masuk daerah Senduro selepas Maghrib dimana pandangan terbatas pada lampu headlamp motor. Sempat juga tersesat ketika mengikuti rute yang ditunjukkan oleh google maps sehingga membuat kami membuang waktu setengah jam untuk menemukan jalan yang benar. Rute yang paling berat terasa di dalam kawasan senduro hingga pos tiket masuk B29. Rute pegunungan yang memiliki banyak tikungan tajam menanjak membuat beberapa kali motor Supra X yang saya bawa tergelincir mundur. Ditambah kondisi sebagian jalan yang masih terdapat banyak kerikil pasir membuat jalanan terasa licin. Jika tidak berhati hati, pengendara dapat terpeleset dan jatuh. Untungnya, kami bertemu dengan satu rombongan bermotor dari Probolinggo yang membantu melewati tanjakan sampai ke pos tiket.

Udara malam pegunungan yang dingin sudah terasa semenjak sampai di pos tiket dan kami harus melanjutkan perjalanan lagi hingga ke tempat parkir kendaraan yang berada tidak jauh dari puncak B29. Kali ini motor saya bawa sendiri, sementara teman yang saya bonceng menumpang motor rombongan dari Probolinggo. Setengah perjalanan, motor yang saya pakai sudah tidak sanggup lagi untuk menanjak hingga akhirnya saya harus balik ke pos dan menggunakan jasa ojek dengan membayar Rp. 25.000,- sekali jalan untuk melanjutkan perjalanan sampai mendekati puncak. Cukup banyak warung berjejer menjual makanan dan minuman hangat, jadi tidak perlu khawatir kehabisan stok makanan.

Bermalam di puncak B29 sembari menunggu pagi membuat seluruh tubuh menggigil karena suhu yang berada di bawah 10˚C. Tetapi semua itu terbayarkan dengan pemandangan yang sangat indah di pagi hari.

Pemandangan pagi di puncak B29

Pemandangan Pagi di Puncak B29

Pemandangan ini jarang jarang bisa kami nikmati di tengah kesibukan sehari hari. Sesekali berlibur melepas penat dari rutinitas, memotret keindahan alam, sekaligus berbincang tentang masa depan menjadi sebuah momen yang sangat berharga untuk kami. Salam dari kami, untuk masa depan yang lebih baik. 🙂 #explorejatim #nature #naturephotography #mountain #maupiknik

Kabut tebal di pagi hari

Kabut tebal di pagi hari

iw-139201615255137

Larangan di Puncak B29

iw-139201615235152

Bunga apa ini ya?

Pemandangan dari Puncak B29

Pemandangan dari Puncak B29

iw-139201615251986

Jalan menuju puncak B29

iw-139201615253653

Cinderamata dari Puncak B29

Photo’s by: caknia and adw photography

INSTAGRAM
@andikurnia