CAKNIA

Pulau Karang Jamuang

Karang Jamuang merupakan tempat yang menarik untuk dikunjungi. Berjarak satu jam perjalanan menggunakan perahu dari kawasan Bancaran (Madura), membuat saya dan teman teman memancing beberapa kali berkunjung ke pulau ini. Selain biaya yang tidak terlalu mahal, laut di sekitar pulau ini memiliki bermacam macam jenis ikan yang tentunya akan menjadi kesenangan tersendiri bagi para pemancing.

Sudah kesekian kalinya saya bertamu di pulau ini. Karang Jamuang yang berada di antara Pulau Jawa dan Madura ini menjadi tempat singgah setiap kru kapal yang sedang berlabuh di Tanjung Perak. Tak jarang pula para nelayan juga menyandarkan perahunya di sekitar dermaga, beristirahat sembari menanti fajar tiba. Di ujung dermaga terlihat kapal perahu pemandu kapal sedang bersiap untuk berlabuh, mendatangkan sesosok pria dengan balutan pakaian putih, celana pendek dan.sepatu boot khas nahkoda kapal pesiar. Mungkin dia akan beristirahat di salah satu mess di pulau ini sembari menunggu pelayaran selanjutnya.

Hiraukan semua itu! Di hadapan saya sudah berdiri beberapa orang pemancing berdiri di dermaga pulau ini ditemani terang dari lampu dermaga. Hanya satu perahu yang sedang berlabuh sehingga memudahkan pergerakan para pemancing ini memilih spot yang tepat. Mereka saling berlomba mengayunkan joran ke arah laut lepas. Mereka mengharapkan tangkapan besar meskipun pada kenyataannya seringkali hanya menangkap ikan seukuran genggaman tangan manusia. Seperti itulah kegiatan tengah malam kali ini di pulau yang terbilang tidak terlalu luas.

Fajar pun tiba. Para pemancing berpindah spot ke sisi utara pulau dimana pandangan mata akan dimanjakan dengan hamparan Laut Jawa yang luas. Kembali para pemancing berlomba mengayunkan joran mereka ke arah laut lepas. Kali ini, cukup banyak ikan yang sedang kelaparan. Beberapa kali kail para pemancing disenggol oleh kerapu, sweet lips dan baby GT. Ikan ikan yang katanya memiliki harga yang mahal ketika disajikan di sebuah restoran. Tetapi bagi para pemancing, mendapatkan ikan untuk dimasak menjadi hal yang kesekian. Kesenangan bagi para pemancing ini bukanlah ketika mendapatkan ikan untuk dimasak tetapi bagaimana mengatasi perlawanan ikan ketika menarik kail yang dimakannya. Sensasi dalam menarik ikan itu yang selalu membuat para pemancing selalu ingin kembali ke tempat ini.


RELATED POST

INSTAGRAM
@andikurnia