CAKNIA
READING

Menikmati Pagi Pertama di Pantai Kenjeran

Menikmati Pagi Pertama di Pantai Kenjeran

Malam tahun baru kali ini tidak seperti tahun tahun sebelumnya yang saya habiskan di Balai Kota Surabaya untuk memeriahkan malam pergantian tahun. Mungkin karena cukup lelah setelah seharian beraktifitas yang cukup menguras otak sehingga untuk kali ini saya tidak berpartisipasi memeriahkan malam pergantian tahun dan memilih untuk tidur. Sebagai gantinya, pagi hari saya mencoba mencari spot yang bagus untuk menikmati sunrise pertama di tahun 2016 kali ini. Kenjeran menjadi tempat yang saya pilih pagi ini. Berbekal tas selempang yang berisikan iPod untuk mengambil gambar dan jaket sweater untuk sedikit menghangatkan badan di pagi yang dingin ini, saya berangkat menuju Pantai Kenjeran tepat setelah subuh mengendarai motor.

Setengah jam perjalanan ditempuh menuju Pantai Kenjeran. Sepanjang perjalanan, saya merasa jalanan lebih sepi dari biasanya. Mungkin karena banyak orang yang begadang semalaman untuk menantikan pergantian tahun sehingga pagi ini banyak yang memilih untuk tidur di rumah.

Saya memilih untuk menikmati sunrise pertama ini dari dalam Kenpark. Ternyata cukup banyak perubahan di tempat ini seperti biaya masuk yang menjadi Rp. 15.000,- untuk sepeda motor. Saya sampai di lokasi tepi pantai tepat saat matahari menampakkan sinarnya di sisi timur. Sayangnya, pagi ini sinar tersebut tertutup oleh kabut tebal sehingga tidak terlihat jelas. Cukup lama saya menunggu dan penantian itu tidak sia sia. Akhirnya, matahari menampakkan sosoknya di hari pertama tahun ini.

Sunrise Pertama di KenPark

Sunrise Pertama di KenPark

Belum puas untuk menikmati keindahan sunrise pagi ini di satu tempat, saya berpindah ke tempat lain yang masih berada di dalam wisata Kenpark. Kali ini saya menuju lapangan yang dekat dengan kincir angin.

Sunrise Pertama di salah satu sudut Kenpark

Sunrise Pertama di salah satu sudut Kenpark

Setelah puas menikmati sunrise pagi ini. Saya mencoba untuk mengamati lokasi wisata ini. Ternyata cukup banyak perubahan yang ada di sini. Harga tiket masuk sebesar Rp. 15.000,- tadi sudah termasuk biaya bebas parkir di dalam wisata Kenpark di beberapa titik yang sudah ditentukan. Tentunya hal ini cukup menyenangkan bagi pengunjung dimana terakhir kali saya mengunjungi tempat ini terdapat banyak sekali pungutan uang parkir di dalam kompleks wisata kenpark ini.

Bebas Parkir di dalam Kompleks Wisata Kenpark

Bebas Parkir di dalam Kompleks Wisata Kenpark

Hal lainnya yang saya sadari adalah, tempat ini menjadi lebih rapi. Para pedagang souvenir dan warung makan diberikan tempat khusus untuk menjajakan dagangan mereka. Warung makan di pinggir pantai lebih terlihat bersih karena telah disediakan tempat untuk membuang sampah sisa makanan. Setiap pagi, terdapat petugas yang membersihkan jalanan di dalam kompleks wisata kenpark dari sampah sampah yang berserakan. Dan tentunya, tidak ada lagi semak semak yang bergoyang di dalam area wisata.

Semak Semak yang sudah tidak Bergoyang

Semak Semak yang sudah tidak Bergoyang

Gerbang Masuk Kenpark

Gerbang Masuk Kenpark

Salah Satu lokasi Favorit di dalam Kenpark

Salah Satu lokasi Favorit di dalam Kenpark

Lokasi Berkuda di dalam Kenpark

Lokasi Berkuda di dalam Kenpark

Salah satu Patung di dalam Kenpark

Salah satu Patung di dalam Kenpark

Warung Makan Pinggir Pantai terlihat lebih bersih

Warung Makan Pinggir Pantai terlihat lebih bersih

Puas mengelilingi Kenpark, akhirnya saya memutuskan untuk keluar dari tempat ini dan melanjutkan perjalanan ke pantai batu kenjeran yang tidak begitu jauh dari Kenpark. Pantai Batu Kenjeran merupakan salah satu spot yang dulu menjadi favorit untuk sekedar nongkrong dan ngobrol serta terdapat banyak sekali warung tidak permanen di seberang pantai dimana kebanyakan dagangannya adalah lontong kupang, bakso dan es degan.

Beberapa menit perjalanan dari Kenpark, saya sampai di pantai batu kenjeran. Cukup terkejut saya melihat perubahan pantai ini. Sekarang di sepanjang pantai batu ditutup pagar dari besi sehingga pengunjung tidak dapat lagi nongkrong di sepanjang pantai batu meskipun masih ada beberapa oknum nakal. Pedagang yang menjajakan makanannya di sepanjang pantai sudah dipindahkan ke sebuah gedung yang tertata dengan rapi. Dan, gedung tersebut ternyata adalah Sentra Ikan Bulak yang merupakan pusat hasil olahan ikan.

Pusat Hasil Olahan Ikan (Sentra Ikan Bulak)

Pusat Hasil Olahan Ikan (Sentra Ikan Bulak)

Jalan Sepanjang Pantai Batu Kenjeran

Jalan Sepanjang Pantai Batu Kenjeran

Pagar yang Terpasang di sepanjang pantai

Pagar yang Terpasang di sepanjang pantai

Saya kagum melihat perubahan Kenjeran yang pesat. Semoga ke depan, kenjeran dapat sekali lagi menjadi salah satu tempat wisata favorit untuk warga Surabaya. Puas menikmati pagi hari, saya bertolak pulang ke rumah untuk melanjutkan tidur saya. Ternyata masih cukup mengantuk pagi ini.


INSTAGRAM
@andikurnia