CAKNIA
READING

Trip to Malang with Ranger (part 2)

Trip to Malang with Ranger (part 2)

25 September 2011 – 27 September 2011, tiga hari ini merupakan salah satu moment paling berharga dalam hidupku. Bagaimana tidak, ini merupakan saat – saat terakhir bepergian bersama teman – teman yang tergabung dalam MMB’08 Ranger. Bagi yang tidak mengikuti cerita sebelumnya, MMB’08 Ranger merupakan sebutan bagi seluruh anggota mahasiswa Multimedia Broadcasting PENS angkatan 2008. Lanjut ke ceritanya ya….
Akhirnya, waktu keberangkatan molor, dari yang semula direncanakan pukul 08.00 WIB menjadi pukul 09.00 WIB dikarenakan ada yang membatalkan partisipasi, jam karet Indonesia, dll. Dengan menggunakan delapan biji motor berbagai merk dan cuaca yang bersahabat (saking bersahabatnya, keringat mengucur dari badanku), kami ber-enam-belas-pun berangkat dari mantan kampus tercinta menuju perhentian pertama, Kebun Teh Wonosari. Tak ada yang menyangka bahwa perjalanan kami ini akan penuh dengan berbagai tragedi dan prahara.
Meskipun jarak Surabaya – Malang tidak terlalu jauh, biasanya hanya ditempuh dalam waktu tak kurang dari 2 jam, entah mengapa perjalanan kali ini terasa begitu lama. Mungkin karena ditempuh secara beriringan atau mungkin karena aku keasyikan ngobrol dengan boncenganku ya (red: rhanie), hehehe. Beberapa puluh menit kemudian, akhirnya keluar juga dari Surabaya dan masuk Sidoarjo. Disinilah tragedi yang pertama dimulai saat melewati flyover Waru. Tiba-tiba dari bawah jembatan muncul sebuah pasukan berseragam yang mengenakan rompi berwarna hijau cerah mencoba untuk menghadang perjalanan kami. Hampir semua dari kami lolos dari hadangan pasukan tersebut tetapi dua orang (red: Budi, Sisil) berhasil ditahan. Coba tebak siapakah yang muncul menghadang?
Ya, bapak-bapak tersebut adalah polisi dari kesatuan polres Sidoarjo yang sedang melakukan operasi lapangan pencegahan terjadinya pelanggaran lalu lintas. Seperti yang diketahui, roda dua wajib menyalakan lampu utama kendaraan saat melaju di jalan raya. Nah, usut punya usut, yang tertangkap ini ternyata lupa menyalakan lampu utama kendaraan. Walhasil, keluarlah uang Rp. 50.000,- dari dompet mereka berdua untuk uang suap makan pak polisi.

Sementara teman-teman yang lain sudah sampai dan menunggu di alun-alun Sidoarjo, aku yang sedari tadi menunggu Budi akhirnya melanjutkan perjalanan menyusul yang lain setelah Budi bisa melaju kembali.

-bersambung-

Cerita Sebelumnya:
Trip to Malang with Ranger (part 1)

Copyright: andikurnia@2012

INSTAGRAM
@andikurnia