Review Google Nest Mini (2nd generation)

Google akhirnya merilis salah satu produknya secara resmi di Indonesia. Google Nest Mini (2nd Generation) merupakan salah satu speaker pintar terbaru dari Google yang terintegrasi dengan “Hey Google” atau Google Assistant.

Google Nest Mini

Google Nest Mini dapat dijadikan sebagai speaker aktif, atau sebagai assistant dalam mengontrol berbagai macam smart device di dalam rumah. Saya telah menggunakan Google Nest Mini selama lebih dari seminggu dan pada artikel kali ini akan saya review kelebihan dan kekurangan smart speaker ini.

Unboxing

Google Nest Mini (2nd Generation)
Google Nest Mini (2nd Generation)

Box pembelian Google Nest Mini terlihat cukup simple dan elegan. Bagian depan terlihat logo dari Google di atas, tulisan produk dengan font yang terbilang cukup profesional dan gambar tampilan dari Nest Mini. Tak lupa pula disertakan text Generasi ke-2 yang menunjukkan ini adalah generasi kedua dari lini produk Nest Mini.

Di salah satu sisi box terlihat logo Google Assistant dan text “Ok Google” yang menandakan bahwa speaker ini sangat compatible dengan Google Assistant. Sisi lainnya terlihat cukup banyak logo produk yang dapat terkoneksi dengan speaker ini, seperti Spotify, Google Calendar, Philip Hie, Netflix, dan TP Link. Fitur ini akan kita bahas lebih detail setelah ini.

Google Nest Mini (2nd Generation)
Google Nest Mini (2nd Generation)

Ketika dibuka, isi dari box ini sangat simple. Hanya terlihat sebuah speaker bulat sementara perkabelan dan kitab kitab tertutup oleh sekat dibagian bawah dan samping speaker. Nice Package, Google!

Spesifikasi

Speaker kecil ini memiliki spesifikasi yang cukup lengkap sebagai kategori smart speaker. Salah satu yang paling saya suka adalah tidak adanya tombol fisik dan diganti menggunakan sentuhan. Tap di tengah tengah speaker untuk play/pause, tap di sisi kiri speaker untuk volume down, dan tap di sisi kanan untuk volume up. Untuk spesifikasi detailnya dapat dilihat di bawah ini.

DimensionsDiameter: 3.85 in (98 mm)
Height: 1.65 in (42 mm)
Power cable: 1.5 m
Weight181 g
Supported Audio FormatsHE-AAC, LC-AAC, MP3, Vorbis, WAV (LPCM), Opus, FLAC with support for high-resolution streams (24-bit/96KHz)
Wireless Connectivity802.11b/g/n/ac (2.4 GHz/5 GHz) Wi-Fi, Bluetooth 5.0, Chromecast
Wired ConnectivityDC power jack
SensorsCapacitive touch controls, 3 far-field microphones
Audio360-degree sound with 40 mm driver
Microphones3 far-field microphones, Voice Match technology
Power15 W power adapter
Supported Operating SystemsAndroid, iOS
ColorsChalk, Charcoal, Coral, Sky

Kualitas Suara

Suara yang dihasilkan dari speaker kecil ini bisa dibilang cukup bagus. Kebanyakan lagu yang saya dengarkan adalah genre pop, dangdut, kpop, dan acoustic. Untuk treble dan bass terbilang cukup balanced. Vocal sendiri terdengar renyah di telinga. Saya cukup terkejut dengan kerasnya suara speaker ini ketika volume di set ke maksimum, suara masih terdengar jelas dan tidak ada suara kemresek.

Google Assistant & Google Duo

Salah satu fitur yang terdapat pada smart speaker ini adalah sudah terintegrasi dengan Google Assistant. Untuk mengaktifkannya, cukup dengan mengatakan, “Hey Google” / “Ok Google” pada jangkauan pendengaran mic pada speaker. Minusnya adalah, jika terdapat device lain yang mengaktifkan fitur Google Assistant dan “Hey Google” seperti smartphone android, maka Google Assistant akan terpanggil juga di device tersebut.

Fitur lainnya adalah Google Duo yang memungkinkan speaker ini dapat ditelepon menggunakan smartphone yang terdaftar. Ini sangat berguna sekali untuk mengecek kondisi kamar, seperti membangunkan yang sedang tertidur di kamar, atau untuk berkomunikasi antar satu ruangan dengan ruangan lainnya. Tentunya harus memakai lebih dari satu Nest Mini.

Smart Home

Google Nest Mini menggunakan aplikasi Google Home sebagai hub untuk smart home. Yang artinya, semua smart device yang support protocol milik Google Home dapat terkoneksi dengan smart speaker ini serta Google Nest Mini juga memiliki kemampuan untuk mengendalikan device tersebut. Tercatat hingga kini sudah lebih dari 5000 smart device yang terkoneksi dengan Google Home. Beberapa produk yang support protocol Google Home, antara lain:

  • Philip Hue
  • Tuya Smart
  • Bardi Technologies
  • Dll

Dibanderol dengan harga Rp 799.000,- di Google Official Store, Google Nest Mini merupakan salah satu speaker yang dapat digunakan baik untuk sekedar mendengarkan musik di ruangan, ataupun sebagai remote control smart home, baik dari suara ataupun dari kendali smartphone. Recommended!

Ayam Goreng Mbok Mi, Makanan Wajib saat Berkunjung ke Ponorogo

Selain Nasi Pecel, sudah beberapa kali ini saya selalu menikmati kuliner ayam goreng ketika mampir Ponorogo. Pertama kali diajak sanak keluarga untuk makan di Ayam Goreng Mbok Mi, akhirnya saya ketagihan dan menjadikan rumah makan ini menjadi salah satu destinasi wajib setiap mampir Ponorogo.

Ayam goreng Mbok Mi terletak di kecamatan Babadan, Ponorogo. Setelah memasuki gerbang Ponorogo dari arah Madiun, lurus beberapa kilometer sampai menemukan Kantor Pos Babadan. Rumah makan ini terletak di dalam gang sebelah kantor pos.

Penyajian di rumah makan ini mirip seperti penyajian di restoran padang. Setiap jenis masakan disajikan dengan piring terpisah. Untuk ayam goreng juga disajikan di piring terpisah. Hal yang paling saya suka adalah porsi nasi yang disajikan lebih dari cukup untuk membuat penuh perut.

Untuk masalah harga, dua ekor ayam goreng beserta daun singkong, sayur terong, sayur tempe, satu wakul nasi putih serta dua minuman es teh manis, saya cukup membayar sekitar 130 ribu. Harga ini terbilang cukup murah di kantong

Ayam Goreng Mbok Mi buka dari pagi hari hingga sore hari pukul 16.30. Tetapi sebaiknya temen temen tidak datang kesini terlalu sore karena beberapa sayur dan ayam pasti ada aja yang sudah ludes. Apalagi ketika musim liburan tiba, Ayam goreng Mbok Mi laris manis diserbu banyak pelancong dan pemudik dari luar kota. Terakhir saya mampir ke tempat ini agak sedikit menyesal karena cukup banyak sayur pelengkap yang sudah habis padahal masih jam makan siang.

Resmi menjadi Pengguna Samsung: Review Samsung Galaxy A50

Saya masih ingat beberapa tahun lalu sangat anti dengan yang namanya produk dari brand Samsung. Katakanlah, ketika teman teman saya menggunakan Galaxy Nexus beberapa tahun silam, saya malah menggunakan smartphone Sony Ericsson. Alasannya cukup simple, karena saat itu, di mata saya brand samsung tidak terlihat cukup worth it menurut saya untuk dibeli jika dilihat dari spesifikasi yang ditawarkan dengan harga yang dipasang.

Tetapi ketika Samsung meluncurkan A – series beberapa waktu lalu, saya langsung menjadikan samsung sebagai incaran utama di tahun ini. Tak tanggung tanggung, samsung meluncurkan berbagai macam tipe mulai dari A10, A20, A30, A50, A70, dan A80. Dan pilihan utama saya jatuh kepada Galaxy A50.

Samsung Galaxy A50
Samsung Galaxy A50

Unboxing

Kotak pembungkus smartphone ini cukup simple, dengan dominan warna putih dan gambar smartphone dengan tulisan A50 yang cukup besar di satu sisi sudah cukup menunjukkan bahwa isi dari kotak ini adalah smartphone yang dimaksud. Ditambah tulisan Samsung yang berada di pojok kiri atas box untuk menunjukkan brand dari smartphone ini. Sisi samping box terlihat lebih simple lagi dengan hanya tulisan Samsung dengan border garis garis. Sementara itu, di bagian belakang box tertulis spesifikasi detail smartphone ini, simple sekali. Good Job, Samsung!

Kejutan tiba ketika box dibuka. Terlihat smartphone dengan lapisan plastik bertuliskan “Lebih Mudah Pakai Samsung” disertai dengan penjelasan kemudahan menggunakan smartphone Samsung dalam bahasa Indonesia tentunya. Sementara di bawah smartphone diletakkan kitab kitab beserta accesories berupa kabel usb type C, Charger, dan earphone (dapat earphone guys!).

Spesifikasi

Brand Samsung
Jaringan GSM / HSPA / LTE
Sistem Operasi Android 9 (Pie)
Prosesor Exynos 9610 Octa (10nm), Octa-core (4×2.3 GHz Cortex-A73 & 4×1.7 GHz Cortex-A53)
GPU Mali-G71 MP2
RAM 4 GB
ROM 64 GB
Ukuran Layar 6.4 inch
Tipe Layar Super AMOLED Infinity-U capacitive touchscreen, 16M colors
Resolusi Layar 1080 x 2340 pixels
Kamera Belakang

25 MP, f/1.7, PDAF
8 MP, f/2.2, 12mm (ultrawide)
5 MP, f/2.2, depth sensor

Kamera Depan 25 MP, f/2.0
Fitur Kamera LED flash, panorama, HDR
Audio

Loudspeaker: Yes
3.5mm jack: Yes

WLAN Wi-Fi 802.11 a/b/g/n/ac, dual-band, WiFi Direct, hotspot
Bluetooth 5.0, A2DP, LE
GPS A-GPS, GLONASS, GALILEO, BDS
Sensor Fingerprint (under display), accelerometer, gyro, proximity, compass, ANT+
Baterai 4000 mAh
Pengisian Daya Fast battery charging 15W
Slot Memori Eksternal Dedicated MicroSD Slot
Sim Card Dual Nano SIM
Berat 166 gr
Dimensi 158.5 x 74.7 x 7.7 mm
Lainnya USB: 2.0, Type-C 1.0 reversible connector

Review

Fisik

Samsung A50 yang saya beli merupakan variant warna hitam. Seperti biasa, terdapat tiga tombol fisik yang ditempatkan di sisi sebelah kanan, antara lain tombol power, volume up dan volume down. Di sisi bagian bawah terdapat port usb type C, lubang speaker, microphone serta jack audio 3.5mm. Di bagian atas hanya terdapat lubang mic kedua. Di sisi sebelah kiri, hanya terdapat tempat simcard dan microsd. Smartphone ini menggunakan dual slot nano sim + microsd, jadi tidak perlu gantian ketika menggunakan dua nomor dan microsd secara bersamaan.

Hal yang menarik dari fisik A50 variant warna hitam adalah gradasi warna hitamnya yang terlihat glossy seperti kaca pada sisi belakang smartphone. Tapi entah kenapa saya kurang suka dengan model seperti ini sehingga akhirnya saya pasangi case polos.

Camera

Untuk kamera, sepertinya pengguna dimanjakan dengan seri A50 ini. Terdapat tiga buah kamera di bagian belakang yang terdiri dari satu kamera utama berukuran 25MP (F1.7) , satu buah kamera untuk bokeh berukuran 5MP (F2.2), dan satu buah kamera ultra wide berukuran 8MP. Sementara satu buah kamera selfie berukuran 25MP berada di depan.

Untuk foto, rasanya sudah tidak perlu diragukan lagi kualitasnya. Foto di siang hari oke, foto di malam hari juga masih terlihat cukup tajam dengan kamera utama smartphone ini. Jika dirasa cangkupan foto yang ditangkap kurang luas, cukup aktifkan kamera ultra wide, otomatis lebar tangkapan fotonya semakin luas.

Sample Photo

Untuk video, sayangnya jika menggunakan aplikasi kamera bawaan dari smartphone ini hanya dapat merekam dengan maksimum resolusi 2336 x 1080 pixel. Tetapi sebenarnya, smartphone ini dapat merekam video hingga resolusi 4K. Cukup install dari Google Play Store, misalnya OpenCamera.

Satu hal yang kurang adalah, perekaman untuk 60fps entah mengapa hanya terdapat pada resolusi 720p. Padahal secara spesifikasi, processor Exynos 9610 yang tertanam pada smartphone ini bisa merekam hingga 240fps.

Baterai

Untuk penggunaan harian, baterai 4000maH yang tertanam pada smartphone ini sangat mumpuni untuk dipakai aktivitas ringan seperti scroll scroll social media, buka aplikasi chat, serta untuk membaca komik di webtoon dan ciayo. Biasanya, saya full charge di pagi hari, baru habis pada malam hari, terkadang saya malah baru charge lagi di keesokan harinya.

Untuk charging nya sendiri menggunakan fast charging dengan charger bawaannya. Untuk charge penuh membutuhkan waktu 1 – 2 jam. Lebih cepat dari smartphone lain.

Gaming

Untuk gaming sendiri, smartphone ini cukup mumpuni dipakai untuk main game sekelas Mobile Legend, PUBG, hingga Honkai impact 3. Bahkan, pada Mobile Legend sendiri cukup stabil di 60fps. Tidak terasa lag sedikitpun saat bermain game game mainstream.

Security

Cukup banyak sistem keamanan yang diterapkan pada Samsung A50 ini. Untuk Lock Screen sendiri dapat memilih antara Face unlock, In Display Fingerprint, Pattern Lock, serta Password.

Kekurangan

Beberapa hal yang menjadi kekurangan dari smartphone ini adalah sebagai berikut:

  • Pada bagian kamera, perekaman 60fps hanya dapat dilakukan pada resolusi 720p
  • Tidak terdapatnya NFC
  • Response sensor In Display Fingerprint terasa lebih lambat dari fingerprint konvensional / fisik

Kesimpulan

Smartphone ini sangat cocok dipakai oleh anak muda yang memiliki hobi di dunia fotografi dan videografi karena kamera yang disematkan pada smartphone ini sangat mumpuni untuk memotret pada siang ataupun malam hari. Selain itu, smartphone ini juga cocok dipakai oleh usia usia produktif yang sering berkomunikasi melalui chatting dan sosial media tanpa khawatir akan kehabisan baterai.

Kejutan Ramadhan Dari Indomie : Indomie Chitato Rasa Sapi Panggang

Indomie Goreng Chitato rasa Sapi Panggang

Beberapa waktu yang lalu, Chitato sudah membuat kolaborasi unik dengan Indomie yaitu membuat sebuah resep keripik kentang Chitato dengan rasa Indomie original. Kala itu, hype Chitato rasa Indomie cukup tinggi. Kali ini, giliran Indomie yang memasukkan cita rasa Chitato ke dalam lini produk bertajuk ‘Hype Abis’ nya, Indomie Goreng Chitato Rasa Sapi Panggang.

Indomie Goreng Chitato rasa Sapi Panggang
Indomie Goreng Chitato rasa Sapi Panggang

Entah kenapa kali ini Indomie mengeluarkan satu produk baru bertepatan dengan bulan Ramadhan. Tetapi hal tersebut tidak menghalangi saya untuk langsung membeli satu dus dari Official Store Indomie di Tokopedia. Ya, ini sudah kesekian kalinya Indomie merilis produk baru melalui online store. Langkah yang cukup efektif menurut saya untuk menghitung minat pasar untuk produk produk terbarunya sebelum dilepas ke supermarket.

Indomie goreng Chitato rasa Sapi Panggang ini tampaknya agak berbeda dengan indomie – indomie varian rasa yang lain. Untuk mie nya sendiri, Indomie mengatakan bahwa kali ini mie dibuat dengan bahan dari kentang. Lebih tepatnya, 6% dari mie terbuat dari pati kentang. Untuk porsinya sendiri tidak terlalu beda dengan varian varian lainnya.

Untuk bumbu bumbunya sendiri, terlihat sedikit lebih banyak dari indomie original. Terdapat tiga set bumbu di dalam satu bungkus Indomie goreng Chitato rasa Sapi Panggang. Bumbu bubuk, Bumbu cair yang terdiri dari minyak, kecap, dan saus sambal serta tak ketinggalan pula satu bungkus Chitato Rasa Sapi Panggang sebagai taburan sebelum disantap.

Bumbu Indomie Chitato
Bumbu Indomie Chitato

Membuatnya sendiri sama seperti varian lain. Rebus mie di dalam air panas selama 2-3 menit lalu tiriskan. Tuang mie yang telah ditiriskan ke dalam piring. Kemudian tuang bumbu kecap, minyak, sambal, dan bumbu bubuk ke atas mie tersebut. Aduk hingga merata. Untuk sentuhan terakhir, taburkan bumbu chitato rasa Sapi Panggang. Mie siap disajikan dan disantap selagi hangat.

Indomie sudah Matang
Indomie sudah Matang

Rasa dari Indomie goreng Chitato rasa Sapi Panggang ini cukup unik. Rasa sapi panggang dari Chitato melebur menjadi satu dengan rasa original Indomie yang mungkin berasal dari kombinasi kecap, minyak, dan saus sambal. Kriuk kriuk dari chitato juga menambah rasa unik dari indomie ini. Catatan, jika kriuk kriuk nya terasa kurang maka anda bisa membeli dan menambahkan Chitato rasa Sapi Panggang yang dapat dibeli di supermarket terdekat. Untuk mie nya pun tidak terlalu tipis ataupun tebal. Cocok di lidah saya yang biasanya makan makanan rumahan sederhana.

Taburan Chitato rasa Sapi Panggang
Taburan Chitato rasa Sapi Panggang
Disantap selagi Hangat
Disantap selagi Hangat

Satu hal yang menjadi minus dari varian ini adalah harganya yang pada kisaran Rp 5.000 untuk satu bungkus. Meskipun hal ini wajar karena ada tambahan keripik chitato, tetapi varian ini terasa lebih mahal dari Indomie Premium Collection yang berkisar di rentang harga Rp 4.000.

Zenfone Max M2: Tutorial Manual Update Android Pie

Zenfone Max M2: Tutorial Manual Update Android Pie

Asus telah merilis Android Pie untuk beberapa jajaran smartphone miliknya. Katakanlah, Zenfone 5 dan Zenfone 5Z. Tak Ketinggalan pula Zenfone Max Pro M2 dan Zenfone Max M2 pun ikut mencicipi update Android Pie yang telah rilis di bulan April setelah molor dari awal tahun.

Android Pie

Sayangnya, update android Pie ini tidak terdeteksi pada smartphone Asus Zenfone Max M2. Setelah browsing ke sana kemari, saya mendapatkan bahwa update Pie untuk Zenfone Max M2 hanya tersedia untuk region India. Hmm, info yang kurang memuaskan. Saya putuskan untuk browsing ke site resmi Asus Indonesia dan mendapatkan sebuah firmware terbaru yang dapat di diunduh.

Firmware Terbaru Android Pie
Source: Asus Indonesia

Yap, bisa dipastikan jika update Android Pie untuk Zenfone Max M2 sudah dapat dinikmati bagi pengguna di Indonesia. Untuk installasinya tidak terlalu sulit seperti di bawah ini:

  • Unduh Firmware untuk Zenfone Max M2. Berikut saya sertakan pula link untuk Zenfone tipe lainnya
  • Setelah firmware selesai diunduh, copy file tersebut ke internal storage smartphone. Tempatkan di folder paling luar.
  • Smartphone akan mendeteksi adanya file update dan akan memunculkan notifikasi update. Jika tidak muncul notifikasi, restart smartphone. Hindari mengganti nama file dari firmware yang di unduh tadi, hal itu akan membuat smartphone tidak dapat mendeteksi update.
  • Tunggu sampai proses instalasi selesai. Smartphone akan restart selama beberapa kali. Untuk lebih amannya, colok smartphone dengan charging cable.
  • Voila. Asus Zenfone sudah berhasil update android Pie! Note: Saya menemukan bug dimana dark mode pada Android Pie tidak dapat digunakan dan sepertinya tidak berpengaruh pada fungsi lainnya.

Android Pie Update

Hype Abis! Indomie Rasa Ayam Geprek, Pedasnya Mantab Abis

Awal tahun ini Indomie kembali menawarkan varian baru di lini produknya. Dengan tagline “Hype Abis!”, kali ini Indomie mencoba menawarkan sensasi makan ayam geprek pada lini produknya. Saya sendiri tidak bisa membayangkan bagaimana rasanya sehingga tanpa pikir panjang saya langsung membeli Indomie Ayam Geprek untuk menghilangkan rasa penasaran.

Seperti produk produk yang belakangan ini muncul, Indomie Ayam Geprek pun dijual secara eksklusif melalui pemesanan online di berbagai situs e-commerce di Indonesia. Beberapa situs yang menjual Indomie rasa Ayam Geprek seperti Elevenia, Alfacart serta KlikIndomart menawarkan Indomie Ayam Geprek dengan harga kisaran Rp 12.500,- / 5 pcs. Saya sendiri memesan di Alfacart karena paling murah setelah dihitung dengan ongkos kirim.

UPDATE:

Indomie Ayam Grepek sudah dapat ditemukan di supermarket terdekat


https://www.klikindomaret.com/page/Indomie-ayam-geprek
http://www.elevenia.co.id/geprek
https://www.alfacart.com/promo/indomiehypeabis

Awal Pertama kali melihat bungkus Indomie Ayam Geprek dimana terdapat foto sajian Indomie Ayam Geprek, cukup terlihat kalau rasanya akan sangat pedas. Mari kita buktikan!

Saat bungkus Indomie Ayam Geprek dibuka, terdapat beberapa bungkus bumbu yang familiar dengan variant indomie sebelumnya. Dalam bungkus varian ini, terdapat satu bungkus bumbu, satu bungkus minyak bumbu, dan satu bungkus bahan pelengkap yang terdiri dari cabe kering serta beberapa bahan lainnya.

Untuk memasak Indomie variant Ayam Geprek, tidak terlalu jauh berbeda dengan varian lainnya. Cukup panaskan air hingga mendidih dan masukkan mie ke dalam air mendidih selama 3 menit. Setelah itu tiriskan dan campur dengan bumbu dan minyak. Setelah rata, taburkan bahan pelengkap secara merata. Untuk anda yang pertama kali memasak Indomie, di bagian belakang bungkus indomie biasanya disertakan petunjuk memasak dengan kompor atau microwave.

Setelah selesai memasak kurang lebih 10 menit, mie siap dihidangkan. Kesan pertama dari sajian Indomie rasa Ayam Geprek yang Hype Abis! kali ini adalah, Wow! terlihat sangat pedas. Dan terbukti, setelah santapan pertama, indomie ayam geprek terasa lebih pedas dari varian indomie indomie lainnya. Mungkin, ini Indomie paling pedas yang pernah saya makan. Nagih sekali pedasnya!

Bahan pelengkap cabe kering menambah rasa pedas. Sementara terdapat sensasi kriuk kriuk yang juga berasal dari salah satu bahan pelengkap yang sangat mirip dengan tepung ayam goreng geprek. Seharusnya saya tambahkan ayam goreng agar sensasi ‘geprek’ nya lebih terasa.

Indomie Ayam Geprek saya rekomendasikan sebagai salah satu varian dengan rasa terbaik hingga saat ini. Tentunya terbaik setelah Indomie Original yang masih menduduki posisi pertama dari berbagai mie instan yang beredar di pasaran hingga saat ini.