Berakhir Pekan di Kota Blitar (Part. 2)

Spot Foto Rumah Pohon

Saya akan melanjutkan cerita ketika berkunjung ke kota Blitar beberapa waktu yang lalu yang saya tulis pada Berakhir Pekan di Kota Blitar (Part. 1). Istana Gebang yang saya dan kawan kawan kunjungi menyimpan banyak sekali sejarah tentang gaya hidup keluarga Soekarno pada zamannya. Puas mengunjungi Istana Gebang, saya dan kawan kawan bertolak ke daerah selatan, tepatnya di kawasan Bukit Bunda.

Bukit Bunda

Bukit Bunda terletak di sisi selatan dari kota Blitar, tepatnya di Desa Dawuhan, kecamatan Kademangan, kabupaten Blitar. Bukit yang merupakan bekas penambangan kapur ini menjadi salah satu wisata yang baru dikembangkan di kabupaten Blitar.

Bukit Bunda
Bukit Bunda
Kawasan Wisata Bukit Bunda
Kawasan Wisata Bukit Bunda
Kawasan Wisata Bukit Bunda
Kawasan Wisata Bukit Bunda

Pengunjung dapat menikmati berbagai macam aktivitas di kawasan ini seperti outbond, offroad mobil dan motor, panjat tebing, dan tak lupa berfoto foto ria di berbagai spot yang tersedia. Mungkin karena tempat ini masih tegolong baru, sehingga masih banyak jalan setapak yang masih belum di paving / aspal, tetapi rata rata sudah nyaman untuk dilalui. Saran saya adalah, langsung ke puncak terlebih dahulu dan menikmati foto foto sambil menuruni bukit saat kembali.

Kondisi Jalan menuju Puncak Bukit Bunda
Kondisi Jalan menuju Puncak Bukit
Spot Foto Bukit Bunda
Spot Foto Bukit Bunda
Spot Foto Bukit Bunda
Spot Foto Bukit Bunda
Jadi, Ambil Jalur yang mana?
Jadi, Ambil Jalur yang mana?
Spot Foto Rumah Pohon
Spot Foto Rumah Pohon with @bennygondrong @ghiamitasya @reezti @rezsyah @adigesang

Puas berfoto foto di berbagai spot di kawasan ini, rasa lapar mulai melanda. Jangan khawatir, karena di dalam kawasan Bukit Bunda ini terdapat kantin, maksud saya rumah makan lesehan yang juga terdapat fasilitas panggung karaoke. Menu menu yang ditawarkan disini rata rata adalah makanan makanan khas Blitar dan berbagai macam makanan ringan, seperti Nasi Pecel, Urap urap, Kare Ayam, Nasi Gurih, Nasi Jagung, Tahu Bakso, Gorengan, dll. Sayangnya, karena sudah lapar sekali, menu terlewat untuk difoto, hahaha.

Lesehan Bukit Bunda
Lesehan Bukit Bunda
Rumah Makan Lesehan Bukit Bunda
Rumah Makan Lesehan Bukit Bunda, Ada Karaokenya lho!
Bayar Disini yak!
Bayar Disini yak!
Bukan Barang Endorse
Bukan Barang Endorse
Suasana Malam di Lesehan Bukit Bunda
Suasana Malam di Lesehan Bukit Bunda
Suasana Malam di Lesehan Bukit Bunda
Suasana Malam di Lesehan Bukit Bunda

Pada akhirnya, saya dan kawan kawan beristirahat sejenak di kawasan ini. Tempat ini ternyata sangat nyaman untuk digunakan sebagai tempat nongkrong sembari ngobrol santai ramai – ramai. Karena hari sudah mulai malam, kami sepakat untuk melanjutkan perjalanan ke destinasi terakhir hari ini, cafe yang sedang nge-hits di kota Blitar, de Glasse, Gelato and Cofffe.

de Glasse, Gelato and Cofffe

Cafe ini terletak tidak jauh dari penginapan saya dan kawan – kawan (Hotel Patria Palace) yang berarti tidak jauh dari stasiun kota Blitar. Cafe yang sangat instagrammable ini menyediakan berbagai macam sajian kopi yang saya tidak begitu paham karena bukan pecinta kopi. Cafe ini juga menyediakan Pizza, olahan roti, hingga berbagai macam sajian es krim. Dan, ketika saya dan kawan kawan sampai di Cafe ini, kami cukup terkejut karena ternyata sangat ramai sekali. Antrian mengular di depan meja kasir. Untungnya kami masih mendapatkan tempat.

de CLASSE Gelato and Coffee
de CLASSE Gelato and Coffee
https://www.instagram.com/declasseid/
https://www.instagram.com/declasseid/
Pizza Time!
Pizza Time!
Pizza Time!
Pizza Time!

Bukan Barang Endorse yak!
Bukan Barang Endorse yak!

Harga makanan dan minuman di cafe ini tergolong murah jika dibandingkan dengan cafe cafe sejenis di Surabaya. Kami menikmati sajian coffee, ice cream dan pizza sembari diskusi pantai mana saja yang akan kami kunjungi esok hari. Satu jam berada di cafe ini membuat kami memutuskan untuk kembali ke penginapan beristirahat mempersiapkan tubuh untuk jalan di keesokan hari.

Sebelum tidur, saya sempat dikunjungi oleh kawan lama, panduaji.net, yang sekarang memiliki bisnis PaluGada (Apa Lu Mau Gua Ada) sehingga kebiasaan nongkrong hingga tengah malam menjadi tak terelakkan. Lobi penginapan menjadi saksi bisu obrolan ngalor ngidul saya, panduaji, serta seorang kawan, mas @bennygondrong dari berkembangnya bisnis wisata di Blitar, perjalanan ke Jepang, hingga obrolan bisnis kacang goreng yang ternyata sangat diminati di berbagai penjuru kota.

Masih banyak lagi yang akan saya ceritakan dari trip kali ini di kota Blitar. Pantai pantai di kabupaten Blitar memiliki pesona yang tak kalah dari pantai pantai selatan yang sudah terkenal di beberapa kota lain. Sampai jumpa di postingan selanjutnya! 🙂

Berakhir Pekan di Kota Blitar (Part. 1)

Patung Soekarno

Kali ini saya akan berbagi cerita mengenai sebuah kota di jawa timur yang menjadi tujuan trip saya bersama kawan -kawan kantor selama dua hari di akhir pekan beberapa waktu yang lalu. Sebuah kota dimana salah satu pejuang kemerdekaan dan presiden pertama negara ini dimakamkan. Yap, beberapa waktu yang lalu kami berkunjung dan mengeksplorasi keindahan kota Blitar. Jika selama ini saya hanya beranggapan bahwa kota Blitar hanya terdapat wisata makam bung karno, maka sekarang saya mengubah total pemikiran itu. Blitar penuh dengan wisata alam yang sangat menarik dan indah sekali untuk dikunjungi.

Stasiun Gubeng
Stasiun Gubeng


Berangkat pagi hari dari Stasiun Gubeng Surabaya, saya dan kawan kawan menggunakan kereta ekonomi panataran – dhoho selama hampir lima jam untuk mencapai kota Blitar. Tiket kereta api ekonomi dengan fasilitas AC ini tidak terlalu mahal, hanya Rp. 15.000,- per orang (Agustus 2017). Sampai di kota Blitar di siang hari, kami langsung berjalan kaki menuju penginapan (Hotel Patria) yang tidak terlalu jauh dari stasiun untuk menaruh barang barang sembari menanti mobil sewaan yang telah kami pesan sebelumnya tiba.

Soto Bok Ireng

Soto Bok Ireng
Soto Bok Ireng

Menggunakan mobil sewaan, kami beramai ramai mencari tempat untuk makan siang. Karena kami semua tidak ada yang mengetahui lokasi makan enak di Blitar, maka warung soto yang terletak tidak terlalu jauh dari stasiun kota Blitar ini menjadi tempat tujuan dadakan karena bingung mau makan siang dimana. Awal saya dihidangkan soto ini oleh ‘bakul’ nya, saya sedikit kecewa karena ternyata porsinya tidak sesuai dengan ekspektasi. Soto Bok Ireng disajikan seperti dawet ponorogo, dengan mangkuk yang tidak terlalu besar. Tetapi, rasa kecewa itu berubah menjadi takjub, karena satu porsi soto ini, sudah dapat mengisi penuh perut saya yang kelaparan dan rasanya, sudah tidak perlu ditanya lagi, eeeenaaaak. Recommended untuk diulangi lagi.

Soto Bok Ireng, Porsi Sedikit tapi Kenyang dan Lezat
Soto Bok Ireng, Porsi Sedikit tapi Kenyang dan Lezat

Makam dan Museum Soekarno

Museum Bung Karno
Museum Bung Karno
Patung Bung Karno
Patung Bung Karno

Kenyang mengisi perut, kami melanjutkan perjalanan menuju Makam Bung Karno yang juga sekaligus menjadi museum sejarah perjuangan. Tempat ini tidak terlalu jauh dari tempat kami makan tadi. Di tempat ini, banyak sekali wisatawan yang berkunjung untuk melakukan tradisi ‘nyekar’. Saya sendiri juga ingin ‘nyekar’ ke makam Bung Karno, tetapi karena di area makam sudah banyak sekali orang yang berkumpul, akhirnya saya batalkan niat saya.

Istana Gebang

Gerbang Istana Gebang
Gerbang Istana Gebang

Istana Gebang merupakan rumah kediaman orang tua Ir. Soekarno. Rumah yang sekarang menjadi museum peninggalan barang barang keluarga Soekarno ini, terletak tidak terlalu jauh dari makam Soekarno. Di depan rumah, terdapat patung Soekarno dan sebuah tiang bendera untuk mengibarkan sangsaka merah putih

Patung Soekarno
Patung Soekarno di depan Istana Gebang

Aturan untuk masuk ke dalam Istana Gebang adalah dengan melepas sepatu dan diharuskan untuk menulis banyak nya rombongan di buku tamu yang telah disediakan di pintu masuk utama. Berada di dalam rumah ini menurut saya cukup sejuk dan sedikit angker. Banyak benda benda jaman dulu yang masih terawat, seperti keris, jam, foto foto, serta tempat tidur lengkap dengan selambunya.

Galih Asem Mburi Pawon
Galih Asem Mburi Pawon
Meja Makan Jaman Dulu
Meja Makan Jaman Dulu
Gamelan Jawa
Gamelan Jawa

Di dalam area Istana Gebang juga terdapat sebuah sanggar yang biasanya dipakai untuk latihan kesenian jawa. Kebetulan, saat saya dan kawan kawan mampir di sini, sedang diadakan latihan gamelan dan karawitan, jadi sayup sayup terdengar alunan musik jawa di tempat ini.

Gedung Kesenian Istana Gebang
Balai Kesenian Istana Gebang

Akhir pekan kali ini sepertinya akan menjadi cerita yang panjang. Masih ada beberapa tempat yang saya dan kawan kawan kunjungi setelah mampir di Istana Gebang. Karena malam ini saya harus menyelesaikan beberapa pekerjaan, maka akan saya ceritakan pada tulisan selanjutnya saja ya. 🙂

Berakhir Pekan di Kota Blitar (Part. 2)

Bukit Jadih, Tambang bertampang Eropa

Akhirnya saya berkesempatan untuk mengunjungi salah satu destinasi wisata Bukit Jadih (lebih tepat disebut tambang kapur) yang berada di Pulau Madura. Berangkat dari Gedung Graha Pena Surabaya, saya menuju Madura bersama teman teman kantor menggunakan mobil salah seorang teman. Kami berangkat sekitar pukul 07.00 untuk menghindari kemacetan kota di akhir pekan. Perjalanan menuju Bukit Jadih yang terletak di kecamatan Socah, Bangkalan, ditempuh dalam waktu sekitar satu jam perjalanan darat dari Surabaya.

Berbekal GPS dan berbagai macam canda gurau selama perjalanan, akhirnya kami sampai di Bukit Jadih (Jaddih Hills) setengah jam lebih lama. Hal ini dikarenakan jalan yang ditunjukkan Google Maps ternyata harus melewati jalanan setapak bukan aspal yang bergelombang sehingga kami harus berputar melewati jalan yang lebih jauh. Kesan pertama saya setelah sampai di tempat ini adalah, “Ini benar benar Tambang Kapur!”. Ya. Bukit Jadih merupakan sebuah lokasi pertambangan kapur yang baru baru ini menjadi lokasi wisata. Tempat ini awalnya merupakan sebuah gundukan batu kapur besar seluas 500 hektar yang kemudian ditambang dan dijadikan mata pencaharian bagi warga sekitar. Bahkan, alat alat berat untuk menambang kapur masih terlihat disini. Segala aktivitas penambangan kapur pun masih aktif disini.

Tambang Batu Kapur, Bukit Jaddih
Tambang Kapur Jaddih
Tambang Batu Kapur, Bukit Jaddih
Tambang Kapur Jaddih

Biaya masuk ke Bukit Jaddih adalah (masih) gratis, akan tetapi setiap kali memarkir mobil, dikenakan biaya Rp. 10.000,-. Sesaat setelah keluar dari mobil, hawa panas sangat terasa sekali meskipun masih pukul 09.00 pagi. Mungkin karena terdapat hamparan padang gersang yang luas sehingga menambah suhu panas di tempat ini. Meskipun begitu, tempat ini menjadi favorit untuk foto foto. Ada beberapa orang sedang melakukan foto prewedding dan satu rombongan anak sekolah berfoto untuk album kenangan. Kami pun tidak mau kalah.

Wisata Bukit Jaddih
Sesaat setelah tiba di lokasi wisata

Puas berfoto di lokasi gersang, kami kembali ke dalam mobil dan menuju lebih ke puncak bukit. Sekali lagi, kami memarkir mobil dan dikenai biaya Rp. 10.000,-. Di lokasi ini, terdapat wilayah yang sangat kontras sekali dengan tempat sebelumnya. Terdapat dataran yang sangat hijau serta bebatuan kapur yang sangat nyaman untuk dipandang. Sekilas, tempat ini nampak seperti dataran tinggi di wilayah eropa.

Ngga ada Loe Ngga Rame
Foto Rame Rame
Dataran Hijau Bukit Jaddih
Dataran Hijau Bukit Jaddih
IMG_0062-001
Dataran Hijau Bukit Jaddih
Dataran Hijau Bukit Jaddih
Dataran Hijau Bukit Jaddih
Bukit Jaddih, Madura
Cukup Banyak Lokasi untuk Pemotretan
Bukit Jaddih, Madura
Perjalanan ke Barat mencari Kitab Suci
Bukit Jaddih, Madura
Jamur berwarna Orange
Bukit Jaddih, Madura
Seperti di Timur Tengah Eropa
Bukit Jaddih, Madura
Perjalanan kembali ke Mobil

Di lokasi ini cukup banyak spot untuk melakukan pemotretan. Karena cukup banyak, saya sampai bingung foto mana saja yang akan saya share. Dari wilayah padang gersang seperti di Timur Tengah, hingga dataran tinggi seperti di eropa, Bukit Jadih menjadi salah satu tempat yang diburu para wisatawan untuk berfoto ria. Sayangnya, di tempat ini sudah terdapat beberapa sampah yang tercecer merusak pemandangan.

Sampah di Bukit Jaddih
Sampah yang tercecer mengurangi keindahan Bukit

Di Bukit Jaddih juga terdapat kolam renang dengan sumber air alam, sayangnya kali ini tidak sempat mampir karena sudah cukup kepanasan.Tak terasa sudah 2 jam kami berada di Bukit Jaddih. Matahari sekarang sudah cukup terik dan suhu makin panas. Kami memutuskan untuk kembali ke Surabaya setelah mampir makan siang di Bebek Sinjay tentunya.

Bukit Jaddih, Madura
Banyak Wisatawan Bermotor yang Datang

Tips dari saya bagi teman teman yang ingin mengunjungi Bukit Jaddih:

  • Usahakan sampai di lokasi pagi hari atau sore hari, karena suhu di tempat ini sangat panas.
  • Kunjungilah tempat ini saat cuaca sedang cerah, karena pemandangannya akan sangat bagus.
  • Jangan lupa membawa air minum karena masih jarang penjual minuman di lokasi

Secara garis besar, wisata ini sangat berpotensi di masa depan. Tinggal bagaimana pemerintah setempat dapat mengelola tempat ini sehingga ke depannya tempat ini dapat menjadi salah satu wisata andalan di Bangkalan.