Resolusi 2015, Lebih Dari sekedar 4K

Goodbye-2014-Red-and-white-image
Tak terasa hari ini kita sudah berada di penghujung tahun 2014. Banyak pengalaman dan pelajaran yang tentunya sudah didapatkan di tahun ini. Untuk saya sendiri, cukup banyak sekali masalah yang dihadapi di tahun 2014. Mulai dari kuliah yang terpaksa harus mundur satu semester, hingga data riset sekitar 500gb yang terpaksa harus dihapus karena enclosure yang rusak. Semua masalah itu membuat saya menjadi lebih dewasa dalam menghadapi masalah yang akan timbul di kemudian hari serta lebih tahu bagaimana mencegah agar masalah tersebut tidak timbul untuk kedua kalinya. Beberapa cerita saya di tahun 2014:Continue reading

Weekend Time: Trip To Malang (Part 2)

Puas menjamah kebun jambu biji, kami memutuskan untuk beranjak ke lokasi selanjutnya. Satu persatu peserta keluar dari kebun jambu biji dengan tidak teratur 😀 . Di luar kebun, sebagian peserta mencuci jambu biji yang sudah dipetik untuk langsung dimakan. Saya pun tanpa ba bi bu langsung memutar keran air dan mencuci dua buah jambu biji yang tadi dipetik. Buah ini berasa makin segar setelah diguyur dengan air bersih pegunungan. Jadi makin ngiler ingin segera memakannya. Tanpa dikupas, langsung saya gigit salah satu jambu biji di genggaman saya yang terlihat paling besar dan matang. Saat gigitan ketiga, terlihatlah bagian dalam buah jambu biji yang berwarna kemerahan bercampur dengan biji biji kecilnya. Tapi semakin saya perhatikan, ada yang aneh pada salah satu sisinya. Ada sedikit pergerakan di dalamnya, benda asing yang menggeliat geliat dan berwarna putih. Ya, ternyata ada seekor ulat di dalam buah yang saya makan. Untungnya saya bukan orang yang cepat merasa mual. Akhirnya saya mencari tempat sampah untuk membuang bagian dalam yang terjamah oleh ulat tersebut (sempat dimarahi sama seseorang karena membuang sembarangan), dan lanjut menghabiskan jambu bijinya 😀 (anggap saja tambahan protein hewani). Sayangnya ulat ini tidak sempat terabadikan kamera.

Sebelum berpindah ke lokasi selanjutnya, yaitu kebun apel, kami beristirahat terlebih dahulu di gazebo di dekat kebun jambu biji sambil beberapa dari kami bertanya tentang wahana motorcross. Agak sedikit kecewa ternyata tidak bisa bermain motorcross karena harus reservasi terlebih dahulu untuk pemakaian tempatnya 🙁 . Kami beristirahat beberapa saat untuk memulihkan tenaga setelah menjamah kebun jambu biji (lebay).

yooossss...
yooossss…

Continue reading

Weekend Time: Trip To Malang (Part 1)

Weekend kali ini, saya menghabiskan waktu sehari bersama teman teman kantor berwisata ke luar kota. Bangun pukul 04.00 pagi untuk mempersiapkan barang yang perlu dibawa untuk trip kali ini dengan rasa kantuk yang sangat besar dikarenakan saya hanya tertidur selama 1 jam saja pada malam sebelumnya, tetapi rasa kantuk itu dikalahkan dengan antusias trip kali ini. Seperti biasa, powerbank, serta charger iPhone dan zenFone tidak boleh lupa untuk dibawa. Kali ini saya membawa tas ransel warna coklat untuk menaruh barang barang bawaan. Tak lupa juga saya membawa jas hujan serta baju ganti untuk jaga diri dari hujan.

Setelah semua persiapan selesai, akhirnya saya berangkat dari rumah pukul 05.40 menuju tempat kumpul, Graha Pena. Jalanan pagi ini sangat sepi sekali sehingga dari yang biasanya rumah ke Graha Pena ditempuh hampir satu jam perjalanan, pagi ini hanya 20 menit perjalanan itupun pagi ini saya melewati jalanan utama yang terkenal macet pada weekday. Cukup menyenangkan jika setiap hari jalanan seperti ini 🙂 .

Sampai di Graha Pena, ternyata teman teman yang lain sudah berkumpul. Ada beberapa yang masih dalam perjalanan. Pak Ketum (Ketua Umum), sebut saja Andi, sedang sibuk untuk mengatur kelancaran acara (baca: nyegat minibus). Sedangkan aku, mencoba untuk tetap membuka mata 😐 . Beberapa menit berlalu, minibus datang, begitu pula dengan sebagian teman teman yang dalam perjalanan juga tiba. Akan tetapi, keberangkatan trip kali ini sedikit terlambat dari jadwal yang sudah ditentukan dikarenakan menunggu seorang peserta yang belum datang. Cukup lama menunggu, akhirnya dengan keputusan bersama, maka orang tersebut dengan terpaksa ditinggal (maaf banget).

foto dulu sebelum berangkat
foto dulu sebelum berangkat

Continue reading

GHOST: Pendaratan Pertama di Pulau Madura

Minggu (18/03/2012) kemarin menjadi pendaratan pertama para anggota GHOST (Gangster Hamlet of Science Two), teman-teman seperjuangan semasa SMA, ke Pulau Madura. Keberangkatan yang seharusnya pada pukul 07.00 WIB harus molor selama satu jam dikarenakan kendala teknis (bangun kesiangan, hehehe…). Pada akhirnya, perjalanan dimulai pukul 08.00 WIB dengan 8 orang personel yang hadir pada saat itu dengan mengendarai 4 buah sepeda motor dari Surabaya.

Jalanan pra Jembatan Suramadu
Perjalanan pun dimulai menuju Madura dengan perhentian pertama di Pantai Siring Kemuning. Pantai Siring Kemuning berada di daerah Tanjung Bumi, Bangkalan. Setelah hampir 3 jam perjalanan, menyeberang jembatan Suramadu dan melewati beberapa daerah di Madura yang sebagian besar kawasan masih berupa areal persawahan, akhirnya sampailah kami di Pantai Siring Kemuning. Memasuki Pantai ini dikenai biaya parkir dan total saya merogoh kocek Rp 18.000,- untuk 6 orang dan 3 buah motor dikarenakan 2 orang lainnya berhenti di tengah perjalanan untuk menunggu beberapa teman dari Bangkalan.

Pantai Siring Kemuning

Sisi Lain Pantai Siring Kemuning

Memorial Place

we are G.H.O.S.T

Setelah melewati pintu masuk, yang terlihat adalah hamparan pantai yang luas. Sayangnya kondisi pantai ini kurang terawat, bebatuan karang tercecer hampir di seluruh badan pantai, sehingga mengurangi keindahan pantai ini. Bagaimana pun juga saat melihat pantai yang luas, kami ber-enam pun langsung melepas alas kaki, melipat celana hingga mencapai lutut, dan tanpa sabar teman-temanku berlari menuju air laut. Sementara aku mencari tempat duduk untuk meregangkan tubuh beberapa menit sembari menikmati pemandangan pantai ini dimana setengah tahun yang lalu juga aku kunjungi bersama seorang mantan kekasih. Bagiku pantai ini merupakan tempat awal mula perpisahan dengan mantan kekasih, penuh kenangan dan juga menyimpan beberapa luka. Back to Topic. Beberapa waktu berselang, Dua orang teman kami datang dan membawa dua orang temannya dari Bangkalan sebagai tour guide. Setelah puas menikmati pantai, berfoto-foto ria dan merasakan rujak di warung pinggir pantai, perjalanan pun dilanjutkan menuju Hutan Kera Nepa.

Hutan kera Nepa berjarak kira – kira setengah jam perjalanan menggunakan motor dari Pantai Siring Kemuning. Akses masuk menuju hutan kera Nepa ini cukup mblusuk (terpelosok) dari jalan raya dan terletak dekat dengan pantai. Motor akhirnya harus diparkir di rumah warga setempat karena tidak bisa masuk lebih jauh lagi menuju hutan kera diakibatkan pintu masuk yang dikelilingi oleh pasir pantai. Gerimis mengiringi perjalanan di dalam hutan kera dengan dipandu oleh dua orang warga sekitar yang juga sebagai penjaga hutan kera. Untungnya pepohonan di dalam hutan ini rindang sehingga kami semua dapat terhindar dari hujan gerimis. Salah satu hal yang unik dari kera-kera di dalam hutan ini adalah mereka berkumpul saat penjaga hutan tersebut memanggil mereka dan memberinya makan. Seperti biasa, kami mengambil beberapa foto untuk dijadikan kenang-kenangan.

Pantai Sebelum Pintu Masuk Hutan Kera
Pintu Masuk Hutan Kera Nepa
Jalan Setapak dalam Hutan
monyet monyet… 🙂

Puas berekspresi di dalam hutan ini bersama para kera, kami pun mengakhiri perjalanan kali ini karena memang hari sudah sore menjelang malam. Tapi sebelum pulang, kami mampir terlebih dahulu makan di Bebek Sinjay yang terkenal itu. Rumah makan ini terletak di pinggir Jalan Utama arah Bangkalan tidak jauh dari Jembatan Suramadu. Memang benar rumor yang beredar, rumah makan ini tak pernah sepi pengunjung karena memang masakannya sangat enak di lidah. Untuk satu porsi Nasi Bebek Sinjay + Teh Botol cukup merogoh kocek Rp 20.000,- dan sudah bisa membuat perut kenyang.

Bebek Sinjay nih…. 🙂

Seorang Tua dan Seporsi Ayam Panas McD

Semalam tak tidur lebih dari 2 jam lagi, benar-benar kebiasaan buruk. Adapun untungnya, aku berhasil menyelesaikan tugas yang diberikan klien lebih cepat pagi ini, hehe. Kemudian, seperti biasanya rutinitas di pagi hari kulaksanakan ialah memberikan pelayanan antar untuk ibu. Ah, ada beberapa rencana yang akan aku lakukan hari ini, pertamanya ke mantan kampus dahulu untuk mengambil transkrip nilai. Padahal sudah lewat satu minggu, bahkan nilai belum aku ambil, haha. Tapi, sebelum itu mampir dulu ke tempat kost rhan ambil beberapa barang titipan dan sekedar menyapa (saat-saat ia akan pergi ke Jakarta). 
Oke, balik lagi ke cerita. Setelah melakukan pengambilan transkrip nilai selama tiga tahun kuliah di PENS, tiba-tiba hari ini ingin makan di McDonalds. Akhirnya, aku putuskan makan di daerah nginden di McD Plaza Marina Surabaya. Pilihanku adalah paket panas spesial campur telor + nasi ekstra, lumayan lapar soalnya hari ini. Ngomong-ngomong, makan di tempat seperti ini cukup menguras kocek juga. Bayangkan satu porsi hampir seharga 2 porsi di tempat makan biasa (red: warung). Ah, sesekali tak apa-apalah setelah pikiran diterpa badai logika bersama captivate, AS3, dan photoshop. Setelah pesanan datang, langsung aku mencari tempat yang nyaman untuk makan, yang ada colokan untuk laptop dan kursi sofa, di pojok-pojok, ada pemandangan cewek cantik, halah, pokoknya nantinya bisa untuk ngenet nyaman. “Hmm”, gumamku, “padahal sudah jam makan siang, tapi cukup sepi juga tempat ini”. Tapi sayangnya, tempat yang sudah aku incar awal-awal ternyata sudah ada yang nempati. Akhirnya, aku pilih tempat duduk di dekat jendela dan toilet, sangat strategis sekali, hehehe…
Dengan lahap aku menyantap makanan yang kupesan tadi. Kubuka perlahan nasi yang dibentuk seperti roti burger lalu kumakan dari sisi pinggir tanpa membuka seluruh pembungkusnya. Kemudian ayam lalu telur goreng setengah matang kumakan dengan lahapnya. Beberapa saat kemudian, habislah seporsi makanan yang ada di hadapanku, tersisa satu gelas minuman soda. Aku langsung menyingkirkan bekas makanan tersebut ke meja sebelahku kemudian langsung buka Mac dan ngecek beberapa status facebook teman-teman dan email yang masuk.
Beberapa saat aku melangkah di dunia maya, tiba-tiba dari sampingku muncul sosok tua yang sedang memesan di meja kasir. Dilihat dari parasnya, sepertinya beliau sosok yang sederhana. Dilihat dari wajahnya, kira kira umurnya sekitar 50-60 tahun. Badannya kurus tapi anehnya entah kenapa pahanya begitu besar. Gaya berpakaiannya pun sangat sangat sederhana. Ia menggunakan kemeja kotak kotak kusam lengan pendek dan celana kain warna abu abu dilengkapi dengan sandal jepit warna hijau. Jika dilihat dari penampilannya, sulit bagiku untuk menilai siapa beliau. Apakah beliau seorang yang biasa-biasa saja, ataukah mungkin beliau seorang yang hebat tapi dengan sosok yang sederhana? Ahhh…
Sesekali aku lirik meja tempat beliau makan yang berada dua meja di depanku untuk sekedar memperhatikannya. Karena di tempat seperti ini, sosok beliau yang sederhana sangatlah mencolok. Secuil demi secuil Ayam dimakan dengan lahap, tak lupa dengan nasi yang juga beliau pesan. Entah mengapa, aku penasaran dengan beliau. Ah, dia menatap ke arahku di sela lamunanku, salah tingkah dah. Oh, ternyata dia tersenyum sembari menatap mataku. Akupun balas dengan tersenyum balik ke arahnya. Sungguh sosok yang ramah pula.
Makanan yang ada di mejanya pun beberapa saat kemudian habis. Beliau istirahat sejenak untuk mengatur ritme di dalam perutnya sambil melihat sekeliling. Beberapa saat kemudian, sepertinya beliau hendak pulang, tapi tunggu dulu, ada yang aneh. Beliau membawa bekas tempat makan ayam tadi bersamanya. Pandanganku pun tertuju ke beliau. Di saat semua orang yang makan membiarkan tempat bekas makan di meja seusai makan, beliau malah membawanya dan membuangnya di tempat sampah. Setelah itu beliau ke toilet untuk membersihkan tangan kemudian tak terlihat lagi dari pandanganku. Sungguh peristiwa yang jarang aku saksikan di tempat seperti ini bahwa pelanggan membuang bekas tempat makan ke dalam tempat sampah. Sayangnya, aku tak sempat berbincang dengan bapak itu untuk mencari tahu siapa beliau.
Semoga suatu saat nanti akan bertemu kembali…..

PENS Yang Kurindu

Baru beberapa hari yang lalu (25 September 2011), saya dan teman-teman seperjuangan Program Studi Multimedia Broadcasting mendapatkan gelar Ahli Madya (A.Md) pada Teknologi Multimedia Broadcasting secara resmi dalam prosesi Wisuda di Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya. Cukup bahagia rasanya mengetahui perjuangan yang telah saya lakukan selama kurun waktu 3 tahun berbuahkan hasil yang manis saat ini. Alhamdulillah ya… 🙂
Entah mengapa, baru beberapa hari setelah wisuda saya merasakan ada yang hilang di keseharian, dunia Kampus! Ya, beberapa hari ini saya merindukan berbagai hal yang selalu saya kerjakan di PENS saat senggang di dalam lab, lorong kampus, kantin kampus, ruang dosen, dll. Saya merindukan saat melek’an bareng mengerjakan tugas-tugas kuliah. Saya rindu berdiskusi ria dengan para pendidik perihal teknologi. Saya benar-benar rindu masa-masa itu….
Untuk saat ini, saya kembali fokus pada usaha sampingan dan juga sedang berusaha mendapatkan tempat kerja tetap untuk bisa berdiskusi dengan orang lain serta mencari kesempatan lagi untuk melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi.

Tulisan ini didedikasikan untuk teman-teman seperjuangan di PENS: ve, ike, rhanie, alou, mas hasbi, teman-teman MultimediaBroadcasting, serta seluruh keluarga besar PENS. Terima kasih atas bimbingan dan pelajaran berharga yang telah kalian berikan selama ini. Semoga sukses kawan-kawan.. 🙂