Berakhir Pekan di Kota Blitar (Part. 3)

Yes, we have a bright future!

Minggu pagi terasa sangat menyegarkan setelah seharian kemarin berkelliling wisata di dalam kota Blitar. Patria Hotel Blitar tempat menginap saya dan kawan kawan kali ini memang cukup nyaman dengan harga yang terjangkau. Rencana kami di hari kedua trip kali ini adalah mengeksplorasi wisata pantai di daerah selatan kabupaten Blitar. Sambil menunggu sarapan, saya berkeliling terlebih dahulu ke areal alun alun kota yang terletak di belakang penginapan kami.

Alun Alun Kota Blitar

Alun alun Kota Blitar terletak tidak jauh dari stasiun kota ataupun hotel tempat kami menginap. Cukup berjalan kaki tidak sampai 500 meter, sudah sampai di dalam area alun alun. Kesan saya pertama kali melihat alun alun ini adalah WOW! Di dalam area Alun alun kota Blitar disediakan track untuk jogging yang mengelilingi pinggiran alun alun. Sepanjang track jogging pun terdapat berbagai macam alat fitness ala kadarnya yang terbuat dari besi. Di pusat alun alun, terdapat pohon tua yang sangat rindang, sementara anak anak kecil bermain bola di lapangan rumput sebelah pohon tersebut.

Alun Alun kota Blitar
Alun Alun kota Blitar
Bersepeda Santai di dalam Alun Alun
Bersepeda Santai di dalam Alun Alun
Jogging Track dan Area Fitness
Jogging Track dan Area Fitness
Pohon di Tengah Alun Alun
Pohon Beringin di Tengah Alun Alun
Masjid Agung Kota Blitar
Masjid Agung Kota Blitar

Alun alun kota Blitar sangat cocok digunakan sebagai tempat untuk bersantai bersama keluarga, atau mungkin buat yang jomblo, dipakai sebagai tempat olahraga sambil kenalan sama mbak mbak atau dedek dedek gemes, hehehe.

Mau Sepedaan Kemana Mbak?
Mau Sepedaan Kemana Mbak?

Selama satu jam saya berkeliling alun alun untuk mengambil beberapa foto dokumentasi dan akhirnya kembali ke penginapan untuk sarapan bersama kawan kawan lainnya sembari berdiskusi pantai mana saja yang akan dikunjungi hari ini.

Pantai Pangi

Kami memutuskan untuk mengunjungi Pantai Pangi terlebih dahulu pagi ini setelah check out dari penginapan. Pantai Pangi terletak di selatan Kota Blitar dengan akses jalan yang sudah bisa dilalui oleh mobil dengan satu jam perjalanan dari kota Blitar. Hanya beberapa kilometer dari Pantai saja yang tidak bisa dilalui oleh mobil sehingga kami harus berjalan kaki sejauh 15 menit untuk sampai ke bibir pantai. Selama perjalanan, sudah bisa diduga karena melewati medan pegunungan yang pasti memaksa kendaraan menanjak menurun berkelak kelok, ada sedikit teriakan kecil di kursi penumpang tengah 😀 .

Pantai Pangi Blitar
Pantai Pangi Blitar

Selagi menikmati keindahan Pantai Pangi, saya mencari spot spot untuk mengambil beberapa dokumentasi sementara teman teman yang lain foto foto untuk mengabadikan momen kali ini. Seperti inilah hasil dokumentasi kali ini, maaf kebanyakan efek sepertinya.

Pantai Tambakrejo

Pantai Tambakrejo sendiri terletak tidak terlalu jauh dari Pantai Pangi. Tidak sampai setengah jam kami sudah sampai di Pantai Tambakrejo. Kali ini kami tidak perlu berjalan terlalu jauh karena jalan untuk mobil sudah bisa mencapai ke pinggir pantai. Pantai Tambakrejo merupakan salah satu pantai yang dikelola dengan baik oleh masyarakat setempat. Dan kemungkinan pantai ini merupakan pantai terbesar di Kabupaten Blitar.

Pantai Tambakrejo Blitar
Pantai Tambakrejo Blitar
Wisata Perahu Pantai Tambakrejo
Wisata Perahu Pantai Tambakrejo
Souvenir Topi Pantai
Souvenir Topi Pantai

Sebelum bibir pantai, terdapat banyak sekali penjual makanan terutama ikan laut yang masih segar serta yang sudah diasap.  Alhasil, tidak terlalu lama kami bermain di pantai, rasa lapar yang sudah memuncak membuat kami langsung memesan lalapan dan ikan laut. untuk santapan makan siang. Tidak tanggung tanggung, hampir semua ikan kami coba, mulai dari baracuda, tuna, tongkol, makarel, sweat lips, sampai hiu. Terlebih harga makanan di tempat ini cukup membuat kami melongo. Saya sendiri memesan dua porsi daging hiu, dua porsi nasi, lalapan, sambal, serta satu buah kepala muda tidak habis lebih dari tiga puluh ribu. Sangat murah!

Ikan Asap - Berbagai Macam Ikan ada disini
Ikan Asap – Berbagai Macam Ikan ada disini
Dua Porsi Ikan Hiu Asap
Porsi Makan yang Banyak

Tidak hanya disitu, Pantai Tambakrejo pun menjadi salah satu destinasi para pemancing untuk melempar kailnya. Dari yang saya lihat memang ikan ikan di pantai ini juga ada beberapa yang terbawa ombak sampai mendekati pinggir pantai. Tapi apa tidak bahaya ya mancing di tengah tengah orang berenang gitu? hehehehe.

Mancing Mania Pantai Tambakrejo
Mancing Mania Pantai Tambakrejo
Mancing Mania Pantai Tambakrejo
Mancing Mania Pantai Tambakrejo

Saya betah berlama lama disini. Selain karena fasilitas untuk wisata seperti mushola dan tempat parkir mobil / motor sudah disediakan dengan rapi, pantai ini tergolong pantai yang masih bersih. Cocok untuk wisata keluarga.

Pemandu Wisata
Pemandu Wisata

Pantai Gondo Mayit

Pantai terakhir yang kami kunjungi adalah Pantai Pasetran Gondo Mayit yang terletak hanya 2 km dari Pantai Tambakrejo. Berbeda dari Pantai Tambakrejo, Pantai Gondo Mayit yang memiliki pasir putih masih terlihat sepi pengunjung sehingga tampak lebih asri.

Pantai Pasetran Gondo Mayit
Pantai Pasetran Gondo Mayit
Pantai Pasetran Gondo Mayit
Pantai Pasetran Gondo Mayit

Pantai Gondo Mayit sendiri memiliki sebuah cerita mistis. Dalam bahasa Jawa Gondo artinya bau sedangkan mayit adalah mayat / jenazah, Jadi dalam bahasa indonesia berarti pantai berbau mayat. Konon asal usul nama Pantai Gondo Mayit berasal dari ditemukannya banyak jenazah di pantai ini pada jaman dahulu kala. Tetapi tidak bisa dipungkiri pantai ini memiliki pesona alam yang tidak kalah dengan pantai pantai lainnya.

Yes, we have a bright future!
Yes, we have a bright future!

Trip kali ini diakhiri dengan foto bersama sama di tepi pantai. Karena hari sudah sore, kami segera bergegas kembali ke Kota Blitar mengejar bus terakhir untuk kembali ke Surabaya. Thanks a lot! Hope we can have another trip again, soon!

Berakhir Pekan di Kota Blitar (Part. 2)

Spot Foto Rumah Pohon

Saya akan melanjutkan cerita ketika berkunjung ke kota Blitar beberapa waktu yang lalu yang saya tulis pada Berakhir Pekan di Kota Blitar (Part. 1). Istana Gebang yang saya dan kawan kawan kunjungi menyimpan banyak sekali sejarah tentang gaya hidup keluarga Soekarno pada zamannya. Puas mengunjungi Istana Gebang, saya dan kawan kawan bertolak ke daerah selatan, tepatnya di kawasan Bukit Bunda.

Bukit Bunda

Bukit Bunda terletak di sisi selatan dari kota Blitar, tepatnya di Desa Dawuhan, kecamatan Kademangan, kabupaten Blitar. Bukit yang merupakan bekas penambangan kapur ini menjadi salah satu wisata yang baru dikembangkan di kabupaten Blitar.

Bukit Bunda
Bukit Bunda
Kawasan Wisata Bukit Bunda
Kawasan Wisata Bukit Bunda
Kawasan Wisata Bukit Bunda
Kawasan Wisata Bukit Bunda

Pengunjung dapat menikmati berbagai macam aktivitas di kawasan ini seperti outbond, offroad mobil dan motor, panjat tebing, dan tak lupa berfoto foto ria di berbagai spot yang tersedia. Mungkin karena tempat ini masih tegolong baru, sehingga masih banyak jalan setapak yang masih belum di paving / aspal, tetapi rata rata sudah nyaman untuk dilalui. Saran saya adalah, langsung ke puncak terlebih dahulu dan menikmati foto foto sambil menuruni bukit saat kembali.

Kondisi Jalan menuju Puncak Bukit Bunda
Kondisi Jalan menuju Puncak Bukit
Spot Foto Bukit Bunda
Spot Foto Bukit Bunda
Spot Foto Bukit Bunda
Spot Foto Bukit Bunda
Jadi, Ambil Jalur yang mana?
Jadi, Ambil Jalur yang mana?
Spot Foto Rumah Pohon
Spot Foto Rumah Pohon with @bennygondrong @ghiamitasya @reezti @rezsyah @adigesang

Puas berfoto foto di berbagai spot di kawasan ini, rasa lapar mulai melanda. Jangan khawatir, karena di dalam kawasan Bukit Bunda ini terdapat kantin, maksud saya rumah makan lesehan yang juga terdapat fasilitas panggung karaoke. Menu menu yang ditawarkan disini rata rata adalah makanan makanan khas Blitar dan berbagai macam makanan ringan, seperti Nasi Pecel, Urap urap, Kare Ayam, Nasi Gurih, Nasi Jagung, Tahu Bakso, Gorengan, dll. Sayangnya, karena sudah lapar sekali, menu terlewat untuk difoto, hahaha.

Lesehan Bukit Bunda
Lesehan Bukit Bunda
Rumah Makan Lesehan Bukit Bunda
Rumah Makan Lesehan Bukit Bunda, Ada Karaokenya lho!
Bayar Disini yak!
Bayar Disini yak!
Bukan Barang Endorse
Bukan Barang Endorse
Suasana Malam di Lesehan Bukit Bunda
Suasana Malam di Lesehan Bukit Bunda
Suasana Malam di Lesehan Bukit Bunda
Suasana Malam di Lesehan Bukit Bunda

Pada akhirnya, saya dan kawan kawan beristirahat sejenak di kawasan ini. Tempat ini ternyata sangat nyaman untuk digunakan sebagai tempat nongkrong sembari ngobrol santai ramai – ramai. Karena hari sudah mulai malam, kami sepakat untuk melanjutkan perjalanan ke destinasi terakhir hari ini, cafe yang sedang nge-hits di kota Blitar, de Glasse, Gelato and Cofffe.

de Glasse, Gelato and Cofffe

Cafe ini terletak tidak jauh dari penginapan saya dan kawan – kawan (Hotel Patria Palace) yang berarti tidak jauh dari stasiun kota Blitar. Cafe yang sangat instagrammable ini menyediakan berbagai macam sajian kopi yang saya tidak begitu paham karena bukan pecinta kopi. Cafe ini juga menyediakan Pizza, olahan roti, hingga berbagai macam sajian es krim. Dan, ketika saya dan kawan kawan sampai di Cafe ini, kami cukup terkejut karena ternyata sangat ramai sekali. Antrian mengular di depan meja kasir. Untungnya kami masih mendapatkan tempat.

de CLASSE Gelato and Coffee
de CLASSE Gelato and Coffee
https://www.instagram.com/declasseid/
https://www.instagram.com/declasseid/
Pizza Time!
Pizza Time!
Pizza Time!
Pizza Time!

Bukan Barang Endorse yak!
Bukan Barang Endorse yak!

Harga makanan dan minuman di cafe ini tergolong murah jika dibandingkan dengan cafe cafe sejenis di Surabaya. Kami menikmati sajian coffee, ice cream dan pizza sembari diskusi pantai mana saja yang akan kami kunjungi esok hari. Satu jam berada di cafe ini membuat kami memutuskan untuk kembali ke penginapan beristirahat mempersiapkan tubuh untuk jalan di keesokan hari.

Sebelum tidur, saya sempat dikunjungi oleh kawan lama, panduaji.net, yang sekarang memiliki bisnis PaluGada (Apa Lu Mau Gua Ada) sehingga kebiasaan nongkrong hingga tengah malam menjadi tak terelakkan. Lobi penginapan menjadi saksi bisu obrolan ngalor ngidul saya, panduaji, serta seorang kawan, mas @bennygondrong dari berkembangnya bisnis wisata di Blitar, perjalanan ke Jepang, hingga obrolan bisnis kacang goreng yang ternyata sangat diminati di berbagai penjuru kota.

Masih banyak lagi yang akan saya ceritakan dari trip kali ini di kota Blitar. Pantai pantai di kabupaten Blitar memiliki pesona yang tak kalah dari pantai pantai selatan yang sudah terkenal di beberapa kota lain. Sampai jumpa di postingan selanjutnya! 🙂

Berakhir Pekan di Kota Blitar (Part. 1)

Patung Soekarno

Kali ini saya akan berbagi cerita mengenai sebuah kota di jawa timur yang menjadi tujuan trip saya bersama kawan -kawan kantor selama dua hari di akhir pekan beberapa waktu yang lalu. Sebuah kota dimana salah satu pejuang kemerdekaan dan presiden pertama negara ini dimakamkan. Yap, beberapa waktu yang lalu kami berkunjung dan mengeksplorasi keindahan kota Blitar. Jika selama ini saya hanya beranggapan bahwa kota Blitar hanya terdapat wisata makam bung karno, maka sekarang saya mengubah total pemikiran itu. Blitar penuh dengan wisata alam yang sangat menarik dan indah sekali untuk dikunjungi.

Stasiun Gubeng
Stasiun Gubeng


Berangkat pagi hari dari Stasiun Gubeng Surabaya, saya dan kawan kawan menggunakan kereta ekonomi panataran – dhoho selama hampir lima jam untuk mencapai kota Blitar. Tiket kereta api ekonomi dengan fasilitas AC ini tidak terlalu mahal, hanya Rp. 15.000,- per orang (Agustus 2017). Sampai di kota Blitar di siang hari, kami langsung berjalan kaki menuju penginapan (Hotel Patria) yang tidak terlalu jauh dari stasiun untuk menaruh barang barang sembari menanti mobil sewaan yang telah kami pesan sebelumnya tiba.

Soto Bok Ireng

Soto Bok Ireng
Soto Bok Ireng

Menggunakan mobil sewaan, kami beramai ramai mencari tempat untuk makan siang. Karena kami semua tidak ada yang mengetahui lokasi makan enak di Blitar, maka warung soto yang terletak tidak terlalu jauh dari stasiun kota Blitar ini menjadi tempat tujuan dadakan karena bingung mau makan siang dimana. Awal saya dihidangkan soto ini oleh ‘bakul’ nya, saya sedikit kecewa karena ternyata porsinya tidak sesuai dengan ekspektasi. Soto Bok Ireng disajikan seperti dawet ponorogo, dengan mangkuk yang tidak terlalu besar. Tetapi, rasa kecewa itu berubah menjadi takjub, karena satu porsi soto ini, sudah dapat mengisi penuh perut saya yang kelaparan dan rasanya, sudah tidak perlu ditanya lagi, eeeenaaaak. Recommended untuk diulangi lagi.

Soto Bok Ireng, Porsi Sedikit tapi Kenyang dan Lezat
Soto Bok Ireng, Porsi Sedikit tapi Kenyang dan Lezat

Makam dan Museum Soekarno

Museum Bung Karno
Museum Bung Karno
Patung Bung Karno
Patung Bung Karno

Kenyang mengisi perut, kami melanjutkan perjalanan menuju Makam Bung Karno yang juga sekaligus menjadi museum sejarah perjuangan. Tempat ini tidak terlalu jauh dari tempat kami makan tadi. Di tempat ini, banyak sekali wisatawan yang berkunjung untuk melakukan tradisi ‘nyekar’. Saya sendiri juga ingin ‘nyekar’ ke makam Bung Karno, tetapi karena di area makam sudah banyak sekali orang yang berkumpul, akhirnya saya batalkan niat saya.

Istana Gebang

Gerbang Istana Gebang
Gerbang Istana Gebang

Istana Gebang merupakan rumah kediaman orang tua Ir. Soekarno. Rumah yang sekarang menjadi museum peninggalan barang barang keluarga Soekarno ini, terletak tidak terlalu jauh dari makam Soekarno. Di depan rumah, terdapat patung Soekarno dan sebuah tiang bendera untuk mengibarkan sangsaka merah putih

Patung Soekarno
Patung Soekarno di depan Istana Gebang

Aturan untuk masuk ke dalam Istana Gebang adalah dengan melepas sepatu dan diharuskan untuk menulis banyak nya rombongan di buku tamu yang telah disediakan di pintu masuk utama. Berada di dalam rumah ini menurut saya cukup sejuk dan sedikit angker. Banyak benda benda jaman dulu yang masih terawat, seperti keris, jam, foto foto, serta tempat tidur lengkap dengan selambunya.

Galih Asem Mburi Pawon
Galih Asem Mburi Pawon
Meja Makan Jaman Dulu
Meja Makan Jaman Dulu
Gamelan Jawa
Gamelan Jawa

Di dalam area Istana Gebang juga terdapat sebuah sanggar yang biasanya dipakai untuk latihan kesenian jawa. Kebetulan, saat saya dan kawan kawan mampir di sini, sedang diadakan latihan gamelan dan karawitan, jadi sayup sayup terdengar alunan musik jawa di tempat ini.

Gedung Kesenian Istana Gebang
Balai Kesenian Istana Gebang

Akhir pekan kali ini sepertinya akan menjadi cerita yang panjang. Masih ada beberapa tempat yang saya dan kawan kawan kunjungi setelah mampir di Istana Gebang. Karena malam ini saya harus menyelesaikan beberapa pekerjaan, maka akan saya ceritakan pada tulisan selanjutnya saja ya. 🙂

Berakhir Pekan di Kota Blitar (Part. 2)