Onokabe Restaurant, All You Can Eat dengan Menu Serba Ada

Onokabe Restaurant Surabaya

Persaingan restoran bertema All You Can Eat sepertinya semakin ketat di Surabaya. Katakanlah Hanamasa dan Cocari yang bertengger cukup lama, ditambah Shaburi Kintan dan masih banyak lagi yang tersebar di seluruh penjuru kota. Beberapa bulan belakangan ini pun, muncul satu lagi restoran bertema All You Can Eat di pusat kota, Onokabe Restaurant. Restaurant ini masih berada dalam satu grup dengan Shaburi Kintan tetapi lebih menyasar berbagai kalangan masyarakat.

Onokabe Restaurant Surabaya
Onokabe Restaurant Surabaya

Bertempat di Gedung Praxis Surabaya yang baru selesai dibangun, Onokabe Restaurant yang baru saja buka akhir tahun lalu ini terbilang cukup ramai di saat lunch maupun dinner.

Onokabe Restaurant Surabaya

Dengan sajian 40 masakan lebih yang terbagi menjadi tiga menu yaitu menu prasmanan, suki dan grill membuat saya sendiri cukup tergiur untuk mengunjungi dan mencicipi semua makanan yang ada di restaurant ini. Pada menu grill terdapat beraneka ragam makanan laut seperti udang, kerang, ikan, dan cumi. Ditambah juga dengan daging ayam dan sapi dengan beraneka ragam bumbu. Pada menu prasmanan juga terbilang cukup lengkap. Nasi & mie goreng, capcay, masakan balado, sate jepang, dan masih banyak lagi.

Panggang Panggang Sendiri
Rebus Rebus Sendiri
aneka ragam soup untuk suki

Di restaurant ini juga terdapat menu bebek panggang yang tentunya juga bisa dinikmati secara bebas. Dari kabar yang beredar, kambing panggang juga tersedia di restoran ini. Akan tetapi, sayang sekali saya tidak menemukan menu tersebut ketika saya makan disini. Mungkin next time saya mampir lagi!

Bebek Panggang Kecap

Satu hal yang saya suka dari restoran ini adalah terdapatnya converyor belt, atau ban berjalan yang berisi aneka bakso (ayam, cumi, daging, ikan), aneka mie, sayuran, kani, hingga tofu.

Tak lupa juga pencuci mulut seperti rujak buah ataupun asinan bandung serta es krim layak dicicipi saat berada di sini.

Untuk harganya, semua sajian masakan tersebut (grill, suki dan prasmanan) dapat dilibas dengan harga mulai Rp 157 ribu per orang, berlaku hari biasa pukul 10.00-17.00 WIB dan Rp 167 ribu per orang berlaku di akhir pekan.

Harga untuk Suki dan Grill. Tidak Termasuk Prasmanan

Hype Abis! Indomie Rasa Ayam Geprek, Pedasnya Mantab Abis

Awal tahun ini Indomie kembali menawarkan varian baru di lini produknya. Dengan tagline “Hype Abis!”, kali ini Indomie mencoba menawarkan sensasi makan ayam geprek pada lini produknya. Saya sendiri tidak bisa membayangkan bagaimana rasanya sehingga tanpa pikir panjang saya langsung membeli Indomie Ayam Geprek untuk menghilangkan rasa penasaran.

Seperti produk produk yang belakangan ini muncul, Indomie Ayam Geprek pun dijual secara eksklusif melalui pemesanan online di berbagai situs e-commerce di Indonesia. Beberapa situs yang menjual Indomie rasa Ayam Geprek seperti Elevenia, Alfacart serta KlikIndomart menawarkan Indomie Ayam Geprek dengan harga kisaran Rp 12.500,- / 5 pcs. Saya sendiri memesan di Alfacart karena paling murah setelah dihitung dengan ongkos kirim.

UPDATE:

Indomie Ayam Grepek sudah dapat ditemukan di supermarket terdekat


https://www.klikindomaret.com/page/Indomie-ayam-geprek
http://www.elevenia.co.id/geprek
https://www.alfacart.com/promo/indomiehypeabis

Awal Pertama kali melihat bungkus Indomie Ayam Geprek dimana terdapat foto sajian Indomie Ayam Geprek, cukup terlihat kalau rasanya akan sangat pedas. Mari kita buktikan!

Saat bungkus Indomie Ayam Geprek dibuka, terdapat beberapa bungkus bumbu yang familiar dengan variant indomie sebelumnya. Dalam bungkus varian ini, terdapat satu bungkus bumbu, satu bungkus minyak bumbu, dan satu bungkus bahan pelengkap yang terdiri dari cabe kering serta beberapa bahan lainnya.

Untuk memasak Indomie variant Ayam Geprek, tidak terlalu jauh berbeda dengan varian lainnya. Cukup panaskan air hingga mendidih dan masukkan mie ke dalam air mendidih selama 3 menit. Setelah itu tiriskan dan campur dengan bumbu dan minyak. Setelah rata, taburkan bahan pelengkap secara merata. Untuk anda yang pertama kali memasak Indomie, di bagian belakang bungkus indomie biasanya disertakan petunjuk memasak dengan kompor atau microwave.

Setelah selesai memasak kurang lebih 10 menit, mie siap dihidangkan. Kesan pertama dari sajian Indomie rasa Ayam Geprek yang Hype Abis! kali ini adalah, Wow! terlihat sangat pedas. Dan terbukti, setelah santapan pertama, indomie ayam geprek terasa lebih pedas dari varian indomie indomie lainnya. Mungkin, ini Indomie paling pedas yang pernah saya makan. Nagih sekali pedasnya!

Bahan pelengkap cabe kering menambah rasa pedas. Sementara terdapat sensasi kriuk kriuk yang juga berasal dari salah satu bahan pelengkap yang sangat mirip dengan tepung ayam goreng geprek. Seharusnya saya tambahkan ayam goreng agar sensasi ‘geprek’ nya lebih terasa.

Indomie Ayam Geprek saya rekomendasikan sebagai salah satu varian dengan rasa terbaik hingga saat ini. Tentunya terbaik setelah Indomie Original yang masih menduduki posisi pertama dari berbagai mie instan yang beredar di pasaran hingga saat ini.

Unboxing Zenfone Max M2

Akhir tahun 2018, Asus merilis smartphone android terbarunya. Dengan tagline “Next Generation Gaming”, Asus langsung merilis dua seri Zenfone Max M2 dan Zenfone Max Pro M2 dimana kedua seri ini merupakan generasi terbaru dari seri Max yang dikenal memiliki ketahanan baterai yang sangat lama dalam sekali charge. Kedua smartphone ini memang serupa tapi tak sama. Zenfone Max M2 mengggunakan processor Snapdragon 632 sementara Zenfone Max Pro M2 menggunakan Snapdragon 660. Spesifikasi lengkap dari kedua smartphone ini dapat dilihat pada list dibawah ini.

Zenfone Max Pro M2 vs Zenfone Max M2
source:
NDTV Gadgets

Spesifikasi Lengkap

Asus Zenfone Max Pro M2

Asus Zenfone Max M2

Dimensi

157,9 x 75,5 x 8,5 mm

158,4 x 76,3 x 7,7 mm

Bobot

175 gram

160 gram

Tipe layar

IPS LCD capacitive touchscreen, 16M colors

IPS LCD capacitive touchscreen, 16M colors

Ukuran layar

6,3 inci FHD+ dengan Corning Gorilla Glass 6

6,3 inci HD+ IPS Display

Resolusi layar

2280 x 1080 pixels, 19:9 ratio (~400 ppi density)

1520 x 720 pixels, 19:9 ratio (~269 ppi density)

Sistem operasi

Android 8.1 (Oreo)

Android 8.1 (Oreo)

Chipset

Qualcomm SDM660 Snapdragon 660 (14 nm)

Qualcomm SDM632 Snapdragon 632 (14 nm)

CPU

Octa-core (4×2.2 GHz Kryo 260 & 4×1.8 GHz Kryo 260)

Octa-core (4×1.8 GHz Kryo 250 Gold & 4×1.8 GHz Kryo 250 Silver)

GPU

Adreno 512

Adreno 506

Memori internal

32 GB, 3 GB RAM; 64 GB, 4/6 GB RAM

32 GB, 3 GB RAM; 64 GB, 4 GB RAM

Slot microSD

Ada, dapat di-upgrade hingga 512 GB

Ada, dapat di-upgrade hingga 512 GB

Kamera belakang

12 MP, f/1.8, PDAF + 5 MP, f/2.4, 1.12µm, depth sensor

13 MP, f/1.8, 1.12µm, PDAF + 2 MP, depth sensor

Kamera depan

13 MP

8 MP

Baterai

5.000 mAh

4.000 mAh

Karena penasaran dengan performa nya, saya pun membeli satu unit smartphone Asus Zenfone Max M2. Saya membeli M2 dengan spesifikasi RAM 4GB dan Storage 64GB di salah satu gerai di WTC Surabaya dengan harga lebih mahal 150 ribu dibandingkan harga resmi yang ditawarkan Asus Indonesia. Lantas apa saja yang ada di dalam box pembelian hape ini?

Box dari hape ini terlihat cukup sederhana dengan tulisan Max M2 di salah satu sisi yang dibalut dengan warna dominan gelap. Di sisi belakang box tertulis spesifikasi hape dan keterangan keterangan lainnya.

Max M2

Pada saat box dibuka, tagline “We love Photo” yang selalu ada hampir di seluruh lini smartphone terbaru Asus terpampang jelas dengan aksen warna biru, cukup unik. Tagline ini juga sebagai box dari sim card ejector serta soft case yang ternyata sudah disertakan pada saat pembelian. Yap, smartphone jaman sekarang rata rata sudah disediakan soft case sehingga saya tidak perlu membeli casing lagi untuk hape ini.

Unboxing Zenfone Max M2
We Love Photo!

Lanjut pada unboxing, akhirnya smartphone Zenfone Max M2 sudah dapat dilihat dan dipegang. Sementara dibawah smartphone terdapat kabel usb micro dan adaptor fast charging. Sayangnya, kembali terulang lagi dimana Asus tidak menyertakan earphone dalam paket pembelian smartphone Asus. Mungkin hal ini dimaksudkan untuk menekan harga jual sehingga seperti sekarang ini yang bisa saya bilang ‘cukup’ terjangkau dengan spesifikasi yang mumpuni.

Zenfone Max M2
Isi Box paket Pembelian Zenfone Max M2

Pada postingan selanjutnya, saya akan mereview handphone ini setelah pemakaian selama sebulan, Stay tune!

Suroboyo Bus: Menjajal Transportasi Umum dengan Bermodalkan Sampah Botol Plastik

Sekian lama hidup di Surabaya, kota ini telah berkembang dengan sangat pesat menjadi salah satu kota dengan konsep go green dan smart city terbaik di dunia. Selain itu, Surabaya memiliki inovasi transportasi yang beragam. Salah satunya adalah Suroboyo Bus yang merupakan transportasi masal terbaru di Surabaya yang sedang digandrungi oleh masyarakat. Setiap weekend, bus ini selalu ramai dipakai masyarakat untuk sekedar berkeliling kota. Pada weekday, tak jarang pula masyarakat menggunakan bus ini untuk berangkat ke kantor atau kampus.

suroboyo bus

Untuk dapat menggunakan bus ini, saat ini tidak dapat menggunakan uang tetapi dengan menukarkan sampah botol plastik saat menaiki bus atau dengan menukarkan sampah ke bank sampah yang telah ditunjuk oleh pemerintah dengan kartu setor sampah yang dapat digunakan sebagai tiket bus. Untuk bank sampah sendiri terdapat di beberapa lokasi, salah satunya berada di pintu keluar Terminal Bus Purabaya. Untuk satu tiket sendiri dapat digunakan selama dua jam perjalanan.

kartu setor sampah dan tiket suroboyo bus

Rute Suroboyo bus saat ini menjangkau sisi Utara – Selatan (Bungurasih – sekitaran Jembatan Merah) serta Timur – Barat (UNESA Lidah Wetan – ITS) wilayah Surabaya dimana detailnya seperti dibawah ini:

Rute Suroboyo Bus
Rute Suroboyo Bus
sumber: @suroboyobus

Saya mencoba menggunakan Suroboyo Bus dari kantor yang berada di kawasan Ahmad Yani menuju Lenmarc Mall beberapa waktu yang lalu. Saya menaiki Suroboyo Bus dari Halte Ubhara. Untungnya, saya tidak perlu menunggu lama karena posisi bus berada tidak jauh dari halte Ubhara. Perjalanan pertama sampai ke tempat transit di halte RS Darmo membutuhkan waktu sekitar 15 – 20 menit. Turun di halte RS Darmo, saya harus menyeberang menuju halte Santa Maria untuk menaiki bus rute UNESA untuk mencapai Lenmarc. Saya menunggu hampir 30 menit kedatangan bus kali ini. Hal ini dikarenakan armada bus untuk rute ini tidak terlalu banyak.

menanti kedatangan bus di halte santa maria

Hal paling mengesankan pada transportasi ini adalah busnya dapat dilacak sedang berada dimana. Jadi masyarakat yang sedang menunggu kapan ada bus yang tiba di halte tidak merasa di PHP karena tidak mengetahui kapan bus akan tiba. Selain itu, di dalam bus terdapat pembagian kursi khusus untuk wanita yang berada di depan, pintu bus yang bersahabat untuk difabel, serta dikelilingi jendela kaca yang sangat luas untuk mengurangi tindak kriminalitas.

Per Januari 2019, armada Suroboyo Bus sudah ditambah beberapa unit untuk jalur Purabaya – Rajawali sehingga mempersingkat waktu menunggu di halte. Sayangnya, untuk jalur Unesa – ITS masih menggunakan hanya 2 unit saja sehingga membutuhkan waktu lebih dari setengah jam untuk menunggu bus lewat di halte halte jalur ini.

Akhir kata, Suroboyo Bus merupakan salah satu transportasi umum murah alternatif bagi temen temen yang bosan membawa kendaraan pribadi ke kantor atau yang sedang bermalas malasan dengan kemacetan. Ciao!

Eksotisme Pulau Gili Labak Sumenep

Pulau Gli Labak

Setelah beberapa lama tidak ngetrip ramai ramai, kali ini akhirnya saya dan beberapa teman di kantor sepakat untuk melakukan trip seharian ke daerah Sumenep, Madura. Kami mengunjungi salah satu pulau di sekitar Sumenep yang menjadi destinasi wisata favorit wisatawan lokal dan mancanegara, Pulau Gili Labak. Gili Labak menjadi salah satu destinasi wisata snorkeling dan penelitian bawah laut di Indonesia. Tidak salah, cukup banyak bagian dari pulau ini yang memiliki nilai lebih di mata wisatawan.

Pulau Gili Labak
Pulau Gili Labak

Perjalanan menuju Pulau Gili Labak dapat ditempuh selama kurang lebih lima jam perjalanan darat dan dua jam perjalanan laut. Saya dan teman teman berangkat dari Stasiun Gubeng Surabaya pukul 01.00 dini hari menggunakan jasa travel menuju Pelabuhan Tanjung Madura, tempat penyeberangan menuju Gili Labak. Mungkin karena berangkat dini hari di saat jalanan sepi atau supir travel yang kami naiki adalah mantan supir bus sumber k*nc*n*, perjalanan yang seharusnya ditempuh selama lima jam, kali ini hanya ditempuh selama tiga jam saja. Cukup menakutkan.

Kami tiba di Pelabuhan Tanjung menjelang matahari terbit. Sembari menunggu kapal perahu yang akan mengantarkan kami menyeberang, saya berkeliling terlebih dahulu untuk mengambil beberapa foto kondisi sekitar penyeberangan

Menyeberang menuju Gili Labak membutuhkan waktu sekitar 2 jam perjalanan laut dimana kami akan transit terlebih dahulu di Pulau Gili Genting untuk sarapan dan menikmati pemandangan di pagi hari.

Puas bersantap sarapan pagi, perjalanan menuju Pulau Gili Labak dilanjutkan kembali. Menggunakan perahu yang sama, kami kembali menempuh perjalanan laut kurang lebih satu jam. Ombak yang cukup keras memaksa saya untuk tidur selama perjalanan.

Saya terbangun ketika perahu bergesekan dengan pasir di tepian pantai. Yap, kami telah sampai di Gili Labak. Kesan pertama yang saya dapati dari pulau ini adalah hamparan pasir putih sepanjang pantai. Air laut di sekitar pantai pun terlihat sangat bening sehingga tak jarang ikan ikan yang sedang berenang kesana kemari dapat terlihat dari atas perahu.

Menelusuri pesisir pantai yang mengitari Pulau Gili Labak membutuhkan waktu kurang lebih satu jam berjalan kaki. Jangan lupa untuk memakai topi dan sunblock saat berkeliling untuk menghindar dari panas matahari. Cukup banyak pula spot untuk berswafoto ria di sepanjang pantai. Terdapat banyak sekali kursi pantai beserta meja dan payung yang melindungi dari panas.

Pantai di Gili Labak
Pantai di Gili Labak
Perahu Perahu Bersandar di Gili Labak
Perahu Perahu Bersandar di Gili Labak
Tetap Jaga Kebersihan selama di Gili Labak
Tetap Jaga Kebersihan selama di Gili Labak
Berkeliling Pulau Gili Labak
Berkeliling Pulau Gili Labak

Spot snorkeling di sekitar Pulau Gili Labak pun menjadi salah satu favorit kami. Berjarak beberapa ratus meter dari bibir pantai, dari atas perahu karang karang di dasar laut terlihat samar samar. Pemandu kami menjadi orang pertama yang turun ke laut diikuti oleh teman teman. Saya menjadi orang terakhir yang turun ke laut dan menyelam menyaksikan keindahan laut Gili Labak. Karang karang masih terbentuk dengan alami dengan beraneka ragam ikan laut berenang mengitari karang karang. Sayangnya, saya tidak mampu untuk berenang terlalu lama menikmati keindahan bawah laut kali ini.

Tidak perlu khawatir mencari tempat bersih bersih setelah snorkeling, karena di Pulau Gili Labak sudah disediakan kamar mandi umum dan toilet untuk dipakai oleh pengunjung. Sayangnya, air di dalam bak mandi adalah air laut. Jika ingin mandi menggunakan air tawar, anda akan di cas sekitar 8000 rupiah untuk satu jerigen air tawar. Lapar? tidak masalah juga, terdapat warung warung yang menyediakan masakan lokal di pulau ini.

Perjalanan kali ini kami akhiri dengan tidur sepanjang perjalanan pulang ke Surabaya. Ciao!

Tutorial Mengganti Baterai UPS yang Rusak (APC Back-UPS 650VA)

UPS APC Back-UPS 650VA

UPS memang menjadi salah satu kebutuhan saat menggunakan PC sehari hari. Alat ini dapat menjaga kestabilan arus listrik serta sebagai cadangan power ketika tiba tiba listrik mati. Tetapi UPS juga memiliki daya tahan pada penyimpanan listriknya. Untuk kasus UPS saya di rumah dengan tipe APC 650 bertahan selama tiga tahun hingga tidak bisa dipakai lagi.

UPS APC Back-UPS 650VA

Lantas bagaimana nasib UPS ketika daya tahan sudah habis? Tenang saja, kita tidak perlu membeli UPS baru terlebih dahulu yang terbilang cukup mahal. Jika kasusnya adalah UPS masih bisa menyala tetapi berbunyi dengan sangat sering, permasalahan biasanya terletak pada baterainya yang soak. Solusinya adalah mengganti baterai UPS sesegera mungkin.

Rata rata baterai UPS menggunakan aki kering khusus yang dapat dibeli di toko toko komputer terdekat. Untuk baterai APC Back-UPS 650VA menggunakan merk CSB, APC, serta G Power. Untuk merk lain juga bisa selama ukuran aki kompatibel dengan ukuran UPS. Saya sendiri menggunakan baterai pengganti merk CSB karena mudah didapat di toko toko terdekat.

Baterai UPS (Kiri) & Baterai Pengganti (kanan)

Untuk mengganti baterai pada UPS tipe ini tidak terlalu sulit. Berikut langkah langkahnya.

UPS ini memiliki 4 buah mur berada pada bagian bawah untuk membuka casing. Gunakan Obeng plus panjang untuk dapat meraih mur yang berada di dalam lubang tersebut.

bagian bawah UPS
membuka baut baut UPS

Balik kembali UPS ke posisi normal dengan hati hati kemudian tarik bagian atas UPS sehingga casing UPS terbuka.

melepas casing UPS

Ketika membuka casing, berhati hatilah agar tidak menarik terlalu keras dikarenakan ada beberapa kabel yang menempel pada casing bagian atas. Pada gambar di bawah ini terlihat ada dua kabel yang menempel pada aki UPS, cabut kabel tersebut dengan melepasnya dari aki.

melepas kabel aki di dalam UPS

Keluarkan baterai dari UPS dan pasang baterai UPS pengganti yang telah disiapkan sebelumnya.

melepas aki dari dalam UPS

Pasang kembali UPS dengan mengikuti cara cara diatas secara terbalik. Langkah terakhir adalah dengan melakukan pengecekan apakah UPS berfungsi kembali dengan normal atau tidak. Colokkan UPS ke listrik dan PC. UPS normal tidak akan berbunyi ketika dipakai. Jika pada saat pemakaian terdapat bunyi beep berulang ulang, maka cek apakah semua telah terpasang dengan benar dan sesuai.